Pameran Seni Rupa Komunitas Anak Muda Nglipar Semangati Masyarakat Hadapi Pandemi

  • Bagikan

Nglipar, (lensamedia.co)– Sebuah event pameran seni rupa di helat oleh komunitas Street Art Nglipar. Pameran kali ini bertajuk “Gumbregah”, ini sudah yang kali kedua dimasa pandemi, dengan agenda rutin “Nglipar Street Art Exebition II”.

Kegiatan digelar di aula Kapanewon Nglipar, berlangsung tiga hari, dibuka Sabtu (18/12/2021) dan ditutup pada Senin (20/12/2021). Sebanyak 12 seniman ikut andil dalam pameran ini.

“Ini upaya kami untuk ikut membangun semangat masyarakat dalam menghadapi Pandemi, sehingga rasa “Gumbregah” bisa hadir dan memberi dorongan positif bagi kehidupan secara umum ,” terang Saputro Serian Nugroho, Ketua panitia pameran.

Dia dan teman temannya yang tergabung dalam komunitas Street Art Nglipar berharap dengan kegiatan ini, masyarakat akan Gumbregah dan melangkahkan kaki untuk tetap optimis menghadapi keadaan yang sulit akibat dampak dari Pandemi.

Kata “Gumbregah” menurutnya mengandung arti sebuah gerakan bangun dan tanggap akan situasi yang terjadi disekitar. Bisa juga diartikan sebagai bentuk spirit atau power untuk membangun kesadaran yang baru.

“Kesadaran untuk menjadi manusia baru, yng nantinya bisa sampai pada titik keinginan untuk berubah menjadi lebih baik, dan dengan optimis menatap masa depan,” imbuhnya.

Pameran yang menampilkan puluhan karya dua dimensi dan tiga dimensi ini di buka oleh Setyanto wakil dari Kapanewon Nglipar. Setyanto mengapresiasi kreatifitas anak anak muda Nglipar ini, dimana saat Pandemi belum berakhir, anak anak muda mampu menyelenggarakan kegiatan yang positif.

“Berkarya adalah salah satu kegiatan yang positif di saat Pandemi ini, ke depan kegiatan seni dan budaya seperti ini akan bisa dikembangkan, sehingga bisa lebih menyentuh masyarakat secara langsung,” harap Setyanto.

Dia juga mengharapkan agar pameran seni rupa ini mampu menjadi pemantik semangat pelaku seni yang lain, dan bisa berkolaborasi bersama, baik itu Seni Pertunjukan, maupun seni tradisi lokal masyarakat.

Sebelum pameran ditutup, selama tiga hari berlangsungnya pameran, panitia mengadakan berbagai kegiatan work shop dan sketsa Bareng yang di buka untuk umum, dan terlihat antusias masyarakat, khususnya Kapanewon Nglipar sangat baik merespon acara ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: