Oknum Guru Ngaji Cabul Kerap Berulah, Ternyata Pernah Dikenai Sanksi Larangan Mengajar Hadroh Hingga Diusir

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Kasus oknum guru ngaji dan juga kesenian hadroh yang mencabuli dua muridnya kini semakin melebar.

Dari sumber lain ternyata ditemukan fakta, bahwa pelaku berinisial G, pernah diusir dari Padukuhan Karangasem, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, karena kasus yang hampir sama.

Dukuh Karangasem, Kartu Harso Utoyo, saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa sebelumnya pelaku juga pernah jadi guru ngaji dan Hadroh di sebuah Masjid di Padukuhan Karangasem.

“Waktu itu, pelaku ketahuan chating mesra dengan perempuan bersuami yang juga anggota Hadroh dan pengajiannya,” terang Kartu, Senin(27/09/2021).

Kartu melanjutkan, bahwa perempuan bersuami yang sudah memiliki anak ini adalah warganya. Karena sering bertemu di pengajian dan latihan Hadroh kemungkinan antara pelaku dan wanita ini mempunyai hubungan dekat.

Akibat perbuatannya ini, pelaku sempat dilabrak suami dari wanita tersebut, bahkan warga yang melabrak ini datang dengan membawa senjata tajam.

“Untung ada tetangga lain yang melerai, sehingga perkara tersebut tidak berlanjut ke penganiayaan,” imbuhnya.

Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, pak Dukuh kemudian berinisiatif mendamaikan keduanya didampingi dengan seorang anggota TNI setempat.

“Keduanya akhirnya berdamai, G mengakui perbuatannya, serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” lanjutnya.

Salah satu kesepakatan damai itu juga menyatakan agar G diminta untuk tidak lagi mengajar hadroh dan mengisi pengajian di Padukuhan Karangasem.

Sementara itu, Lurah Mulo, Sugiyarto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus pelecehan seksual tersebut di wilayahnya.

“Info yang saya dapat baru sebatas informasi dari korban sehingga belum mengarah ke bukti adanya pencabulan tersebut, kalau kejadiannya sekitar 2 minggu lalu dengan korban sudah dewasa, berumur di atas 18 tahun,”terang Sugiyarto.

Sugiyarto melanjutkan, bahwa pihaknya sudah berusaha melakukan mediasi antara kedua belah pihak dan keluarga korban belum menerima.

“Mereka berencana melaporkan peristiwa tersebut ke polisi,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: