“Nyobi Ngopi”, Inovasi Pokdarwis Kalurahan Kampung untuk Membangkitkan Wisata Gunung Gambar

  • Bagikan

Ngawen,(lensamedia.co)–Obyek wisata Gunung Gambar terletak di Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul. Menurut sejarah, penamaan Gunung Gambar ada keterkaitan erat dengan cerita perjuangan Pangeran Samber Nyawa. Dari beberapa literasi didapat keterangan, bahwa tempat ini dulu pernah digunakan sebagai markas Pangeran Samber Nyawa untuk “menggambar” atau menyusun strategi perang melawan Belanda.

Gunung gambar mempunyai pemandangan yang sangat indah, dimana selepas mata memandang akan tampak pemandangan sebagian Jawa tengah, Yogyakarta dan Gunungkidul. Karena sejarah dan keindahannya, tempat ini pernah menjadi tempat wisata sejarah dan religi yang ramai dikunjungi. Beriring waktu dan masa Pandemi yang melanda, kelesuan wisata secara umum akhirnya juga berdampak bagi Gunung Gambar.

Untuk membangkitkan kembali gairah kunjungan wisata, maka pada Kamis(21/10/2021), Pokdarwis Kalurahan Kampung, Ngawen berinisiatif untuk membuat acara “Nyobi Ngopi” yang diselenggarakan di pendopo Gunung Gambar. Acara ini merupakan inisiasi dari Pokdarwis dan Karang Taruna, dan sempat dikunjungi oleh Bupati Gunungkidul, H Sunaryanta.

“Jenisnya kopi Robusta, disini tumbuh dengan baik, tapi pemanfaatan masyarakat masih belum maksimal,” terang Jayusman, salah seorang pengelola Pokdarwis Gunung Gambar, Kamis(21/10/2021).

Jayus menyebut bahwa ide ini muncul ketika tahun 2018, mereka melihat bahwa kopi yang dulu sempat ditanam dan berbuah bagus di Gunung Gambar ternyata tidak dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal.

“Hanya dimanfaatkan daunnya untuk pakan ternak, tapi buahnya cuma dibuang, kami berpikir bahwa potensi ini bisa dikemas menjadi daya tarik wisata, terutama minat khusus, bagi para penggemar kopi,” lanjut Jayus.

Jayus melanjutkan, pihaknya optimis dengan antusiasme warga, Pokdarwis dan karang Taruna, kegiatan ini bisa menjadi rintisan kegiatan untuk upaya kebangkitan wisata Gunung Gambar. Bahkan rencananya agenda ini akan dibuat secara berkala setiap malam Minggu, atau nanti ketika benar benar bisa berjalan bisa dibuka kedai kopi tetap dengan produk kopi asli Gunung Gambar.

“Di acara Launching perdana kemarin, kita buka dua sesi, pagi dan sore, antusias pengunjung ternyata lumayan, di buku tamu tercatat 200-an lebih pengunjung, ini yang membuat kami makin optimis untuk mengembangkan tanaman kopi di Gunung Gambar,” lanjutnya.

Jayus menyatakan, sebagai upaya ketersediaan biji kopi, maka saat ini penanaman mulai digalakkan di wilayahnya. Mereka bekerja sama dengan Ir. Supriyanta MP, Dosen Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada.

“Tanggal 3 November besok, kita ada acara penanaman 2000 bibit kopi di pekarangan warga, bibitnya dari UGM,” imbuh Jayus.

Sementara itu, Lurah Kalurahan Kampung, Suparno menyatakan bahwa budidaya kopi di Gunung Gambar merupakan peninggalan Belanda atau VOC.

“Pada era VOC Gunung Gambar menjadi salah satu area pengembangan kebun kopi, dahulu Belanda sempat membuat pabrik di sebelah utara balai Kalurahan,” terang Suparno.

Dia menambahkan, bahwa bangunan bendungan yang dibangun Belanda sebagai sarana penopang kebutuhan air pabrik hingga saat ini masih ada. Dirinya yakin, aktivitas pabrik milik Belanda masih ada kaitannya dengan keberadaan tanaman kopi di Gunung Gambar. Akan tetapi karena kemudian masyarakat tidak tahu bagaimana mengolah dan menjual kopi, maka pohon pohon kopi banyak yang ditebangi.

“Sebelumnya masyarakat tidak tahu kalau kopi laku dijual, kami selaku pemerintah desa kemudian mengajak masyarakat kembali membudidayakan kopi, hasilnya bisa diolah,.dan bisa menjadi daya tarik wisata,” lanjut Suparno.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul, H Sunaryanta yang meLaunching perdana produk kopi Gunung Gambar, menyatakan, bahwa Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi peran masyarakat dan Pokdarwis dalam ide kreatif mengolah kopi ini.

“Ini sangat inovatif, dan perlu di Branding dengan baik, sehingga pasar bisa terbuka dan nantinya akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu, Sunaryanta sempat mencicipi kopi olahan warga dan Pokdarwis setempat. Ia mengaku bahwa kopi yang disajikan punya rasa yang nikmat dan berbeda.

“Semakin banyaknya ide ekonomi kreatif masyarakat untuk daya tarik wisata, maka akan semakin bagus, pemerintah akan terus mendorong hal ini, sehingga ke depan, pengembangan Pariwisata berbasis masyarakat akan lebih maju,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: