Nostalgia Masa Kecil, 5 Permainan Tradisional ini Ingatkan Momen Ceria Kita

  • Bagikan

Yogyakarta,(lensamedia.co)–Sebelum hadirnya gadget beserta game online di dalamnya, masa kecil anak-anak sebelum mengenal dunia digital dihiasi dengan permainan tradisional yang unik nan kreatif. Meski di era saat ini sudah jarang, atau bahkan tak dilestarikan kembali, tetapi momen berharga yang pernah kita alami terkait permainan lawas tersebut tetap membelam dalam sanubari. Momen kebersamaan bersama teman sebaya di halaman rumah, dari sepulang sekolah hingga senja bertandang. Banyak permainan yang kini sudah diaggap jadul, justru lebih mengasyikkan ketimbang mabar dengan ponsel miring di tangan.

Pemainan unik tradisional yang beraneka ragam itu seolah tenggelam oleh zaman. Zaman yang kini tak lagi bisa mempersatukan kesenjangan. Padahal permainan tradisional bukanlah sekadar permainan, tetapi di dalamnya mengajarkan nilai kekeluargaan, kesportifitasan, dan mendorong kreativitas anak.

Jenis permainan tradisional yang sempat menemani masa kecil kita dahulu, di antaranya :

PETAK UMPET
Seperti namanya, permainan ini mengajak pemainnya untuk bersembunyi. Di suku Jawa, permainan ini akrab dengan sebutan “Jethung Dhelikan”. Dalam permainan ini terdapat sekelompok pemain, jumlah pemain tidak dibatasi, tetapi tentu saja minimal dimainkan oleh dua orang. Salah seorang dari mereka akan menjadi tukang jaga yang bertugas menghitung sembari menutup mata dan membiarkan pemain lainnya bersembunyi hingga hitungan berakhir. Setelah itu, penjaga akan berupaya mencari pemain yang bersembunyi satu demi satu. Pemain yang pertama kali diketahui persembunyiannya maka akan menjadi tukang jaga pada kloter selanjutnya jika seluruh pemain telah ditemukan.

Namun, apabila hingga batas waktu yang tak ditentukan itu penjaga menyerah tanpa syarat ataupun belum berhasil menemukan keseluruhan pemain, maka kloter selanjutnya ia akan menjadi penjaga lagi. Dalam bermain petak umpet ini, kesabaran dan sportifitas pemain sangat dibutuhkan. Untuk memperjuangkan kemenangan memang memerlukan tekad, usaha, dan kesabaran. Kejujuran, sportifitas, serta rasa lapang dada juga penting dalam bermain petak umpet. Selain itu, daya eksploratif dibutuhkan pemain dalam mencari tempat persembunyian yang aman hingga saat permainan berakhir.

LOMPAT TALI
Permainan permainan tradisional ini biasanya digemari oleh kaum putri, dimainkan dimainkan minimal oleh 3 orang di mana 2 orang tersebut sebagai pemegang tali. Namun, jika kekurangan pemain atau tali tidak ingin dipegang, tali bisa diikatkan ke tiang atau pohon.

Cara memainkan permainan tradisional ini dimulai dengan posisi tali paling rendah. Para pemain melompati tali tersebut. Jika sudah berhasil tali dinaikkan lebih tinggi hingga sejengkal diatas kepala. Jika tidak bisa melompati pada ketinggian di atas kepala maka pemain harus mengulang dari posisi paling rendah (mengulang dari awal) atau dapat bergantian menjadi pemegang tali, sesuai kesepakatant antar pemain.

GOBAG SODOR
Sebelum melakukan permainan ini, para pemain terlebih dahulu harus membuat garis kotak-kotak yang nantinya akan menjadi daerah salah satu kelompok saat menjadi penjaga.

Biasanya, permainan ini dibagi menjadi dua kelompok, di mana setiap kelompok minimal berjumlah tiga orang. Satu kelompok bertugas sebagai penjaga kotak atau daerah tersebut, sementara kelompok lainnya yang disebut penyerang harus mampu melewati daerah tanpa bersentuhan dengan kelompok penjaga. Permainan ini akan semakin seru apabila penjaga berusaha untuk menangkap kelompok penyerang, sementara kelompok penyerang berusaha menghindarinya. Apabila penyerang bersentuhan dengan penjaga kotak, maka harus bergantian sebagai penjaga

BOLA BEKEL
Perlengkapan yang perlu disiapkan adalah bola karet dan empat kecik berbahan logam. Melalui beberapa level yang dimainkan, pemain harus mengambil atau membalik kecik sesuai tingkatannya. Untuk memulainya, pemain harus melempar bola bekel ke atas dan membiarkannya memantul satu kali. Di saat bersamaan, pemain juga harus mengambil kecik.

Sebelum bola bekel jatuh lagi, kecik sudah harus diambil atau dibalik sesuai tingkatan permainan. Permainan ini biasanya dilakukan oleh perempuan. Jumlah pemain bisa dua orang atau lebih. Bola bekel dapat mengasah ketangkasan serta motorik halus pemain.

ULAR NAGA
“Ular naga panjangnya bukan kepalang, berjalan-jalan selalu riang kemari. Umpan yang lezat, itulah yang dicari, ini dianya yang terbelakang,” itulah lirik yang dinyanyikan para pemain dalam permainan ini.
Dinamakan ular naga karena dalam permainan ini pemainnya membentuk barisan yang panjang seperti ular. Cara bermain permainan ini dimulai dari 2 orang yang membentuk jalan untuk dilewati barisan ular sambil bernyanyi lagu khas ular naga panjang.

Kemudian, 2 orang yang menjaga jalan menangkap 1 orang dari barisan ular yang melewati nya. Lalu, yang terperangkap tersebut memilih akan mengikuti tim A atau tim B.

Setelah habis semua barisan ular, selanjutnya dimulailah perebutan anggota yaitu saling tangkap antar teman yang berbeda tim.

Sungguh mengasyikkan sekali permainan tersebut di atas. Harapannya, anak-anak di era sekarang tidak melulu hanya bermain game online saja tetapi juga dapat mengenali permainan tradisional seperti contoh tadi. Selain dapat serunya, permainan tradisional juga dapat memupuk rasa solidaritas dan kreatifitas tentunya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: