Nani: Jika Tidak Memungkinkan Untuk Bersama, Tinggalkan Saja

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Tatapan mata Nani Apriliani Nurjaman(25) tampak menunduk. Wanita asal Majalengka Jawa Barat ini terlihat sangat menyesal dengan apa yang telah diperbuatnya. Nani adalah terpidana kasus sate sianida maut yang mengakibatkan meninggalnya seorang bocah di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Dengan didampingi Ade Agustina, Kepala LPP Yogyakarta di Gunungkidul, Nani kemudian sedikit menceritakan awal kisah kelamnya yang membuat dia harus menerima vonis 16 tahun penjara dari Majelis Hakim yang menyidangkan kasusnya, Senin(13/12/201).

“Saya sangat menyesal, dulu saya benar benar khilaf, sakit hati dan pikiran saya gelap,” ujarnya mengawali obrolan kami.

Cerita tragis ini memang berawal dari sebuah hubungan asmara antara dia dengan Tomi. Sebuah hubungan yang membuat Nani menjadi gelap mata, dan akhirnya melakukan perbuatan yang mengakibatkan nyawa orang lain hilang.

“Pokoknya kalau sama laki-laki mah gimana ya ngomongnya susah. Kalau emang sudah tidak bisa bersatu lagi udahlah, tinggalkan saja,” ucap Nani.

Kendati agak enggan menceritakan hubungan asmaranya dengan Tomi, Nani sendiri mengaku merasa benar-benar menjadi korban karena telah dibohongi, dia mengatakan bahwa selama menjalin hubungan, dia selalu dikekang tidak boleh bebas melakukan sesuatu hal.

“Saya juga ditinggal menikah, karena wanita lain sudah hamil terlebih dahulu, dan semua itu meninggalkan rasa sakit hati yang sangat mendalam,” ujarnya.

Karena sakit hati ini, Nani mengaku benar benar membutakan logikanya, sehingga membuatnya melakukan hal yang berada di luar nalar dan akal sehat.

“Seperti bukan keinginan sendiri, marah, emosi, pokoknya itu kayak apa ya, kayak kesetanan dan kalap gitu,” ungkapnya.

Dengan niat membalas dendam sakit hatinya, Nani kemudian memutuskan memesan racun Sianida secara online, kemudian dia membeli sate untuk dikirimkan melalui sebuah aplikasi online ke keluarga Tomi.

Keluarga Tomi yang merasa curiga, karena merasa tidak memesan makanan kemudian menolak. Oleh kurir, makanan itu kemudian dibawa pulang, dan nahas sate beracun itu dimakan oleh keluarganya, sehingga istri dan anaknya masuk rumah sakit. Jiwa istrinya tertolong, tapi anak laki lakinya meninggal dunia karena keracunan.

“Sungguh saya sangat menyesal, akibat perbuatan saya, seorang anak meninggal, jika diberi kesempatan, saya sangat ingin meminta maaf secara langsung, terutama dengan ibu korban,” kata Nani sambil menahan tangis.

Nani sendiri menolak berkomentar banyak terkait dengan Tomi ataupun alasan dirinya memilih racun Sianida. Ia menyatakan bahwa saat ini dia akan jalani apa yang telah menjadi konsekuensi perbuatannya.

“Saya jalani saja untuk menebus kesalahan saya, saya cuma pesan kepada kaum wanita, untuk hati hati dalam menjalin hubungan, jika memang sudah tidak mungkin bersama, ya sudah, tinggalkan saja,” pungkas Nani

lensamedia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: