Naik Signifikan, Gunungkidul Dapat Kuota Pupuk Hampir 18 Ribu Ton

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau persediaan pupuk bersubsidi di Gudang PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri), Wonosari, Senin (13/09/2021). Dalam tinjauannya, bupati memastikan tidak akan ada kelangkaan pupuk. Pasalnya kuota pupuk di Gunungkidul pada tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan.

Sunaryanta mengatakan, untuk tahun ini Kabupaten Gunungkidul mendapatkan kuota pupuk sebesar  kuota pupuk subsidi bagi Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya Gunungkidul mendapat kuota pupuk subsidi sekitar 13 ribu ton, tapi mulai tahun ini, kuotanya naik signifikan mendekati 18 ribu ton pupuk,” kata Sunaryanta.

Ia menjelaskan, peningkatan kuota pupuk subsidi dilakukan menyesuaikan dengan kebutuhan petani di Gunungkidul. Apalagi lahan pertanian di wilayah ini terbilang sangat luas.

“Kuota 18 ribu ton itu juga sudah kami perhitungkan sebelumnya, menyesuaikan kebutuhan,” jelaa Sunaryanta.

Ia optimistis tambahan kuota pupuk subsidi tersebut sangat mencukupi kebutuhan petani Gunungkidul. Adapun pupuk tersebut sudah mulai didistribusikan sehingga tidak akan terjadi kelangkaan pupuk.

“Kita akan komunikasi dengan Polres Gunungkidul untuk monitoring, tidak akan kami biarkan ada oknum penimbun pupuk,” terang dia.

Sementara itu, Perwakilan Penjualan PT Pusri Wilayah DIY dan Jateng, Imam Triyono mengatakan proses distribusi dilakukan secara berjenjang. Mulai dari pabrik pusat di Palembang, Sumatra Selatan menuju ke Semarang, Jawa Tengah.

“Jadi prosesnya mulai dari Lini 1 sampai 3 di DIY, kemudian berlanjut ke distributor, kios, baru sampai ke petani,” jelas Imam.

Petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi bisa menggunakan Kartu Tani. Sebab di dalam kartu ini sudah terdata kuota pupuk yang bisa diterima tiap petani.

Imam mengakui salah satu kendalanya belum semua petani memiliki Kartu Tani. Namun ia mengatakan petani yang berhal tetap bisa mendapatkan pupuk subsidi secara manual.

“Asalkan sudah terdaftar dalam sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK),” ujarnya.

Imam juga memastikan stok pupuk subsidi hingga tingkat kios tetap aman. Sebab proses distribusi nantinya akan tetap dipantau dan diawasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: