Muncul Foto Skandal Perselingkuhan Oknum ASN, Dinas Mengaku Sudah Selesai

  • Bagikan

Wonosari, (lensamedia.co)– Foto perselingkuhan 2 oknum ASN terlihat jelas dalam posisi tidak senonoh. Diketahui Sn dan Gy merupakan PNS di salah satu Puskesmas yang ada di Gunungkidul. Nampak jelas Gy yang setengah bugil berbaring miring di ranjang dengan Sn yang memeluknya mesra dibelakangnya.

Perbuatan tak layak dicontoh itu dilakukan keduanya diduga pada 18 Agustus 2020 dan terungkap saat ini. Menurut narasumber yang dapat dipercaya, pada saat kejadian Sn statusnya beristri, sedangkan Gy masih single.

“Akibat munculnya foto skandal perselingkuhan itu rumah tangga Sn pecah hingga berakhir perceraian,” terang sumber yang tidak mau diungkap identitasnya dalam pemberitaan.

Tak hanya perceraian, sambung narasumber, baik Sn maupun Gy juga mendapatkan sanksi dari BKPPD (Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah). Sayangnya, sanksi yang diberikan dinilai sangatlah tidak adil. Pasalnya Gy dimutasi ke Puskesmas pinggiran, sedangkan Sn dipertahankan. Konon katanya, Sn memiliki backing yang kuat di lingkungan dinas maupun BKPPD.

“Logikanya kan kalau yang satu dimutasi ke tempat jauh, yang satunya juga sama. Lha ini tidak, Sn dipertahankan dan Gy dikorbankan bahkan hingga saat ini tanpa pertanggung jawaban yang jelas. Sn sepertinya sangat dilindungi oleh para pejabat diatas, sebab kalaupun mutasi sudah dapat diduga hanya ditarik ke dinas. Itu sama saja mendapatkan job di tempat yang lebih ‘basah’, tambah sumber.” paparnya.

Lebih lanjut sumber tersebut juga menceritakan berbagai dugaan penyimpangan anggaran penanganan Covid 19 di lingkungan Puskesmas yang konon tidak sesuai dengan Kepmenkes Nomor HK. 01.07/MENKES/392/2020. Dimana ada ketidak adilan dalam pembagian insentif tenaga kesehatan yang menangani kasus Covid 19.

Terpisah, Priyanta Madya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul tidak membantah adanya tindak asusila yang dilakukan oknum ASN dibawahnya.

“Tapi itu sudah kami selesaikan secara internal. Kasus itu terjadinya sudah tahun lalu. Kedua duanya sudah dapat sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala. Termasuk mutasi Gy itu, jadi apalagi yang mau dipersoalkan?,” kata Priyanta membela perilaku anak buahnya.

Priyanta Madya berharap persoalan antara Sn dan Gy tidak diperpanjang lagi lantaran sudah ada sanksi dari BKPPD. Artinya secara kedinasan sudah dianggap selesai sampai disitu saja.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: