u6Dacb.md.jpg

Mulai Terdampak, 9 Kapanewon Langganan Kekeringan Ajukan Dropping Air

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Sembilan kapanewon di Kabupaten Gunungkidul mulai terdampak kekeringan di pertengahan bulan Juni 2021 ini. Anggaran senilai Rp 700 juta telah disiapkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih di Bumi Handayani.

Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah kapanewon yang membutuhkan air bersih. Mereka juga telah mengajukan permohonan dropping air.

“Kita sudah petakan, total hingga sekarang sudah ada 9 kapanewon mengajukan bantuan air bersih,” kata Edy Basuki.

Adapun kesembilan kapanewon tersebut meliputi, Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang, Purwosari, Paliyan dan Semin. Ia menjelaskan, kedepan diperkirakan jumlah kapanewon yang mengajukan permohonan dropping air bersih akan bertambah.

“Pengalaman tahun lalu, dari 18 kapanewon, hanya tiga wilayah meliputi Semin, Playen dan Karangmojo yang tidak mengajukan bantuan air ke BPBD,” ujarnya.

Dikatakan secara resmi program dropping air melalui BPBD telah dimulai tahun ini. Wilayah yang menerima bantuan air yakni Kalurahan Girisekar, Panggang. Total ada empat padukuhan mendapatkan droping air meliputi Jeruken, Warak, Pijenan dan Mendak.

“Di Kalurahan Girisekar total droping air bersih sebanyak 16 tangki,” ucapnya.

Terkait dengan anggaran, pada tahun ini pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 700 juta. Kemudian, untuk armada yang disiapkan sendiri berjumlah enam armada.

“Karena dana droping sama dengan tahun lalu, diharapkan bisa mencukupi,” terang dia.

Dihubungi secara terpisah, Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya menjelaskan bahwa di wilayahnya juga termasuk langganan kekeringan. Sepuluh kalurahan setiap tahunnya masih kesulitan air bersih ketika musim kemarau tiba.

“Belum lama ini kami telah melakukan droping, salah satunya dilaksanakan di Kalurahan Tileng. Pelaksanaan droping tidak hanya dilakukan oleh kapanewon, tapi juga BPBD Gunungkidul,” kata Arif Yahya.

Menurutnya, di Kalurahan Tileng dropping menyasar keluarga yang menjalani isolasi mandiri akibat penularan virus korona. Yakni satu keluarga yang terdiri dari lima orang di Dusun Sentul, Tileng. Keluarga ini sebenarnya berusaha beli, tapi sopir pengangkut air tidak berani melayani.

“Oleh sebab itu satgas Penanggulangan Covid-19 tingkat kapanewon dan Kalurahan Tileng berinisiatif memberikan bantuan,” ungkapnya.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: