Mulai Senin Depan Sekolah di Gunungkidul Mulai Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul menyebut seluruh sekolah SD dan SMP akan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai Senin (20/09/2021) mendatang. Saat ini dinas tengah melakukan pemantauan untuk pematangan PTM tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kiswara mengatakan, PTM sebenarnya telah dimulai sejak Senin (13/09/2021) lalu. Meski demikian, belum semua sekolah melaksanakan lantaran prosesnya dilakukan bertahap.

“Saat ini memang masih ada sekolah yang melaksanakan penilaian tengah semester secara daring,” ujar dia, Jumat (17/09/2021).

Ia menambahkan, sejauh ini seluruh sekolah sudah siap dengan PTM. Namun untik SMP Negeri 3 Panggang masih belum melaksanakannya karena wilayah sekolah tersebut masih masuk dalam Zona Merah COVID-19.

“Kemungkinan baru Senin depan PTM efektif mulai dilakukan,” katanya.


Hal serupa juga disampaikan Kabid SD Disdikpora Gunungkidul, Sumarto. Ia mengatakan selama sepekan terakhir sebagian besar sekolah sudah mulai melaksanakan PTM.

Pihaknya juga sudah melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah, seperti di wilayah Kapanewon Karangmojo dan Wonosari. Adapun pihak sekolah disebutnya terus mematangkan persiapan PTM.

“Semoga minggu depan seluruh sekolah sudah PTM Terbatas, menyesuaikan situasi dan kondisinya masing-masing,” ujar Sumarto.

Swmentara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, dalam PTM terbatas sekolah diwajibkan melakukan pengecekan rutin. Adapun pengecekan terebut meliputi berbagai ketentuan teknis pelaksanaan PTM dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Kesiapan yang perlu dipantau mulai dari fasilitas fisik hingga prosedur prokesnya.

“Semua harus dicek, kalau sudah dipastikan sesuai baru kepala sekolah memutuskan apakah bisa PTM atau tidak,” jelas Ali.

Ia menambahkan, jika mengacu pada Instruksi Bupati Gunungkidul, pelaksanaan PTM jenjang SD-SMP diikuti maksimal 50 persen pelajar dari total kapasitas dalam satu ruang kelas. Sedangkan untuk jenjang PAUD, hanya diperkenankan 33 persen.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: