Mengenal Bayu Prasetyo, Atlet Jalan Cepat Asal Gunungkidul Raih Medali Perak PON Papua

  • Bagikan

Papua, (lensamedia.co)– Semarak Pekan Olahraha Nasional (PON) Papua 2020 cukup menyita perhatian masyarakat. Bahkan hajatan bertaraf nasional itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Kabupaten Gunungkidul. Bagaimana tidak, sejumlah atlet, pelatih hingga mekanik dari Bumi Handayani. Bahkan, atlet jalan cepat, Bayu Prasetyo warga Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen mampu menyumbang medali perak di kelas jalan cepat 20 kilometer.

Kepada lensamedia.co, Bayu mengatakan, pertandingan sendiri dimulai pada Sabtu (09/10/2021) pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIT. Saat itu, dirinya memang telah menyiapkan diri untuk perlombaan jalan cepat.

Sejak tanda dimulainya perlombaan, Bayu langsung tancap gas. Dalam 1 kilometwr pertama, ia mampu merangsek di posisi ke dua, tepat di belakang atlet andalan Jawa Barat, Hendro yang juga merupakan senior Bayu di kelas jalan cepat.

“Mas Hendro kabur duluan meninggalkan atlet lainnya sejak awal. Beliau memang senior saya waktu TC Pelatnas,” ucap Bayu.

Sejauh 20 kilometer lintasan yang dilalui, Bayu mengaku melaju cukup konsisten. Kecepatan jalannya pun tak mampu didahului para pelari di belakang hingga garis finish.

“Persaingan cukup ketat mas, alhamdulillah saya sendiri mendapat medali perak mas di nomor 20 km jalan cepat,” kata Bayu.

Lebih lanjut Bayu mengatakan, hasil yang ia raih ini tak lepas dari dukungan banyak pihak selama persiapan menuju PON Papua 2020. Menurutnya selama persiapan ini dirinya mendapat sejumlah kendala.

“Kendala dalam menghadapi perlombaan PON ini ada di persiapan karena adanya pandemi jadinya latihan sedikit terkendala mas. Karena diberlakukannya ppkm membuat semua fasilitas olahraga tidak dapat digunakan sewaktu waktu. Tapi dengan di undurnya pon dari 2020 ke 2021 menjadi berkah untuk persiapan lebih,” kata dia.

Medali di ajang PON ini menjadi yang kali pertama ia dapatkan. Meski dirinya telah banyak menyabet medali di berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional.

“Alhamdulilah mendapat medali perak diajang pon pertama saya,” lanjut dia.

Alumnui SMA N 2 Playen itu memang memiliki bakat atletik sejak usia dini. Bayu menceritakan, awal mulanya ia terjun di kelas lari jarak 800 dan 1500 meter. Kemudian ia naikan menjadi jarak 5000 meter.

“Awalnya dulu saya mencoba nomor lari mas. Seteleah perkmbangan latihan lebih pesat di jarak jauh. Saya dilatih di nomor 5000 m dan 10000m. Setelah memiliki dayatahan yang cukup saya baru beralih ke nomor jalan cepat di tahun 2012,” jelas dia.

Kemudian sejak 2013 ia sudah berlomba ditingkat nasional dinomor jalan cepat. Bahkan sejak 2013 sampai 2016, di usia pelajar ia hampir selalu mendapatkan medali.

“Alhamdulillah dari kurun waktu usia pelajar saya mengikuti kejuaraan jalan cepat dari 11 kali mengikuti tingkat nasional alhamdulillah saya hanya sekali gagal menorehkan medali pada kategori junior,” ucap dia.

Kemudian untuk di tingkat mahasiswa dirinya berhasil sekali meraih medali perak di Pomnas Makassar 2017. Baru setelah itu, dirinya sudah masuk usia senior.

“Alhamdulillah sejak turun di kategori senior dari tahun 2018 sampai saat ini alhamdulillah selalu mendulang medali di tingkat nasional,” kata dia.

Bayu yang masih melanjutkan studi di pascasarjan UNY itu pun berharap kedepan mampu meneruskan tongkat estafet regenerasi atlet khusunya di nomor jalan cepat indonesia.

“Maturnuwun mas alhamdulillah kontingen Gunungkidul saget (bisa) menyumbangkan medali,” pungkas dia.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: