Membangun Rasa Nasionalisme dan Semangat Kebangsaan Sejak Dini Melalui Program “Migunani”

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Pendidikan kebangsaan dan nasionalisme sudah selayaknya ditanamkan sejak dini kepada generasi bangsa. Pengetahuan dan rasa kecintaan terhadap tanah air, adat istiadat, seni dan budaya serta pendidikan budi pekerti merupakan modal dasar bagi generasi untuk ikut berperan membangun negeri.

Pentingnya hal tersebut, mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dalam hal ini melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk melaunching program Gerakan Mari Gugah Nasionalisme Anak Dengan Literasi (Migunani). Program Migunani ini berbasis online, yang berisi tentang materi pendidikan cinta tanah air secara umum.

Launching Gerakan “Migunani” ini dilaksanakan pada hari Kamis(23/09/2031), bertempat di ruang rapat Handayani, kantor Setda Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Kesbangpol Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, Gerakan Migunani diawali dengan pemasangan subdomain Pojok Migunani pada Website Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, sebagai media literasi wawasan kebangsaan bagi anak.

“Pojok Migunani memiliki fitur-fitur seperti bahan literasi bagi anak berupa cerita anak, komik, picturebook, dan puisi atau pantun,” terang Johan di sela sela acara, Kamis(23/9/2021).

Johan melanjutkan, konten ini bersifat interaktif antara Bakesbangpol sebagai pemberi layanan dan masyarakat melalui informasi, diskusi, unggah karya, dan piagam elektronik bagi penulis dan pembaca.

Lebih lanjut disampaikan, bahan literasi dalam Pojok Migunani bertema nasionalisme dan semangat kebangsaan dalam arti yang luas. Isinya meliputi penanaman rasa cinta kepada tanah air, pengenalan adat, budaya, dan seni lokal, pendidikan budi pekerti sesuai kearifan lokal masyarakat Gunungkidul.

“Juga disertakan pendidikan anti radikalisme, anti korupsi dan anti narkoba,” imbuhnya.

Johan juga menyampaikan, bahwa kedepan, kegiatan-kegiatan yang menunjang pengembangan Gerakan Migunani juga akan dilaksanakan.

“Rencananya akan dicetak buku kumpulan bahan literasi di Pojok Migunani untuk didistribusikan kepada PAUD, TK dan SD se-Gunungkidul,” terang Johan

Selain itu juga akan dilaksanankan pengayaan bahan literasi melalui pengadaan buku atau pelaksanaan lomba menulis dengan mengambil momen momen hari besar nasional.

“Pelaksanaan lomba peringatan hari besar nasional nanti bisa dalam bentuk sosialisasi langsung dengan media bercerita, pemutaran film, permainan, dan kreatifitas lain yang bisa lebih menarik minat anak anak,” pungkas Johan.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: