Memasuki Musim Penghujan, Kasus DBD di Gunungkidul Mulai Melonjak

  • Bagikan

Wonosari, (lensamedia.co)– Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul mulai meningkat seiring dengan musim penghujan tahun 2021. Bahkan dalam dua bulan terakhir tercatat puluhan orang menjalani perawatan akibat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk itu.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinkes Gunungkidul, Diah Prasetyorini menyebut peningkatan kasus mulai dirasakan sejak musim hujan tiba. Lonjakan kasus terlihat jelas sejak bulan September kemarin.

“September 11 kasus kemudian Oktober ada 15 kasus. Di bulan Agustus ini tidak ada kasus, kemudian mulai meningkat di September dan bulan-bulan selanjutnya,” kata Diah Jumat (05/11/2021).

Sementara untuk jumlah keseluruhan pada tahun 2021 ini sebenarnya masih cukup rendah yakni di angka 70 kasus. Dari jumlah tersebut tidak ada satu pun yang meninggal dunia karena DBD.

“Bulan ini (November) ini pun sudah dilaporkan beberapa kasus DBD juga,” ungkap Diah.

Ia menyatakan antisipasi sudah dilakukan lewat gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Tugas Jumantik adalah memastikan tidak ada sarang nyamuk yang terbentuk di lingkungan sekitar rumah.

“Kita berharap jentik nyamuk bisa ditekan, bahkan bebas jentik sama sekali. Kalau bebas jentik, secara otomatis tidak berkembang jadi nyamuk dewasa yang memicu DBD,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty juga mengatakan saat ini edukasi ke masyarakat tengah ditingkatkan. Terutama agar rutin melakukan 3M Plus (Menguras/membersihkan, menutup penampungan air, mengubur/mendaur ulang, hingga menggunakan abate).

Menurutnya, 3M Plus masih menjadi kunci utama pencegahan DBD di masyarakat. Ia juga memastikan tidak ada masalah dengan penanganan DBD saat ini, mengingat COVID-19 pun secara umum melandai.

“Fasilitas kesehatan (Faskes) kami selalu siap dan siaga untuk penanganan,” kata Dewi. (VN)

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: