u6Dacb.md.jpg

Masih Tutup Sampai 2 Agustus, Dinpar Akan Revisi Target Kunjungan Wisatawan

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Adanya penutupan kawasan wisata selama masa PPKM Darurat, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul berencana melakukan revisi target kunjungan wisatawan. Nantinya, revisi akan dibahas secara bersama dalam APBD perubahan.

Seperti disampaikan oleh Seketaris Dinpar Gunungkidul, Harry Sukmono. Ia mengatakan, untuk revisi tersebut diperlukan rumusan bersama antara Skretaris Daerah, dan DPRD Gunungkidul. Pembahasan nantinya akan dilakukan dalam APBD Perubahan 2021 mendatang.

“Target tahun 2021 ini kunjungan wisatawan hampir 2,5 juta wisatawan baik domestik maupun asing. Untuk jumlah (revisi) nanti akan dibahas saat rapat bersama,” kata Harry, Selasa (27/07/2021).

Ia menambahkan, untuk kunjungan selama uji coba pembukaan pariwisata dalam sepekan Gunungkidul mampu dikunjungi sekitar 40 ribu wisatawan. Namun sejak tanggal 3 Juli 2021 seluruh destinasi wisata ditutup sementara hingga tanggal 2 Agustus 2021 mendatang.

Pengumuman tersebut pun telah disebarkan melalui unggahan akun instagram resmi Dinas Pariwisata. Dimana didalamnya tertulis seluruh tempat wisata di Kabupaten Gunungkidul tutup tanggal 26 Juli 2021 sampai 2 Agustus 2021.

Pihaknya berharap, kepada masyarakat untuk taat terhadap aturan pemerintah saat ini. Sehingga, kondisi semakin membaik dan membuat roda perekonomian di sektor wisata akan kembali bergulir seperti sedia kala.

“Kita berharap wisatawan dan pelaku wisata bersabar, tetap taat prokes dan jaga kesehatan,” ucap dia.

Sebelumnya dalam Instruksi Bupati (Inbup) Gunungkidul tentang perpanjangan PPKM Level 4 telah terbit pada Senin (26/07/2021). Salah satu  tidak ada aturan yang berubah. Termasuk aktivitas wisata hingga fasilitas umum yang tetap ditutup sementara waktu. Hajatan seperti pernikahan dan takziah pun ditiadakan.

Lewat Inbup, Bupati Gunungkidul Sunaryanta kini mengizinkan warung makan, pedagang kaki lima (PKL), lapak jajanan dan sebagainya beroperasi dan melayani makan di tempat. Maksimal pengunjung makan di tempat 3 (tiga) orang dan waktu makan maksimal 20 menit. 

Adapun makan di tempat hanya diizinkan di area terbuka. Sebab di poin berikutnya, usaha kuliner di ruangan atau gedung tertutup tetap diwajibkan hanya melayani pesan antar (delivery/take away).

Meski sudah diizinkan untuk layanan makan di tempat, waktu operasional tetap dibatasi seperti aturan sebelumnya. Usaha kuliner hanya diperkenankan buka hingga pukul 20.00 WIB.

“Pembinaan dan pengawasannya dilaksanakan oleh perangkat daerah yang membidangi,” kata Sunaryanta.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: