Masih Tutup, Gunungkidul Kehilangan Rp 25 Miliar dari Belanja Wisatawan

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih melakukan penutupan kawasan wisata hingga 30 Agustus 2021 mendatang. Selama PPKM darurat yang diberlakukan hampir 8 minggu ini berdampak besar pada sektor perekonomian pelaku usaha terkait pariwisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, bahwa kawasan wisata masih ditutup hingga 30 Agustus 2021 mendatang. Hal ini sesuai dengan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Dalam Inmendagri kabupaten/kota di DIY yang masih berstatus level 4 adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul.

“Karena masuk level 4 belum boleh dibuka sementara,” ucap Harry, Selasa (25/08/2021).

Lebih lanjut dikatakan, dalam beberapa waktu terakhir kunjungan paling banyak dari wilayah Solo Raya, Magelang, hingga Semarang. Namun begitu pada masa penutupan ini, wisatawan yang datang terpaksa diputar balik sampai di pintu masuk kawasan pantai.

“Diimbau untuk calon wisatawan agar tidak datang terlebih dahulu. Mohon bersabar karena penutupan ini agar semuanya kondusif terlebih dahulu,” kata Harry.

Mengenai potensi kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Harry mengaku bahwa Gunungkidul cukup merasakan dampak besar. Hal ini karena sebelum pemberlakuan PPKM darurat disertai penutupan kawasan wisata tingkat kunjungan rata-rata 40.000 orang per minggu.

Jika sampai 30 Agustus 2021 penutupan sekitar 8 minggu. Selain itu untuk pengeluaran belanja wisatawan rata-rata saat pandemi mencapai Rp 81.000 perorang, jika dikalikan 40000 dan dikalikan 8 minggu penutupan potensi yang hilang dari belanja wisatawan  sekitar Rp 25 Miliar.

Sementara itu, salah seorang Pengelola Persewaan alat Snorkeling Pantai Nglambor, Tepus, Adhitya Putratama mengatakan, rata-rata setiap minggu selama pandemi ada 50 an orang menyewa alat snorkelingnya.

Tetapi, saat ini pihaknya terpaksa menutup persewaan, dan tidak bisa mempekerjakan beberapa Pihaknya berharap adanya kepastian sampai kapan perpanjangan penutupan kawasan wisata.

“Kami berharap dari pemerintah untuk memastikan sampai kapan adanya penutupan kawasan wisata. Jangan mendadak terus,” kata Adhitya. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: