Marak Teror Pemerasan Kepada Kepala Sekolah Atas Nama Kejari Gunungkidul

  • Bagikan

Wonosari, (lensamedia.co)– Beberapa waktu terakhir sempat beredar rekaman percakapan antara Kepala Sekolah dengan seorang pria melalui sambungan telefon yang mengatasnamakan pihak dari Kejaksaan Negeri Gunungkidul. Dalam percakapan tersebut sejumlah kepala sekolah dimintai uang belasan juta rupiah untuk menutup kasus dana Bos tahun 2019-2020.

Informasi yang berhasil dihimpun lensamedia.co, kejadian tersebut mulai heboh pada Selasa (16/11/2021) kemarin. Sejumlah kepala sekolah mendapat telepon dari pria misterius yang mengatasnamakan Andy, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gunungkidul.

Dalam percakapan tersebut, pria yang mengaku bernama Andy melakukan teror kepada kepala sekolah di Gunungkidul, baik SMK maupun SMP. Teror yang dilakukan berupa ancaman pemanggilan atas kasus korupsi dana BOS.

Penelpon juga meminta sejumlah uang kepada kepala sekolah agar kasusnya tidak dinaikan ke tingkat Kejati. Adapun panggilan sendiri dilakukan melalui sambungan Whatsapp.

Ketika dikonfirmasi, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Andy Nugraha Triwantoro membenarkan adanya telepon tersebut. Kendati begitu, ia menampik bahwa yang melakukan panggilan adalah dirinya.

“Ada info dari pagi (Selasa 16 November 2021) tadi banyak yang mengadu melapor kesaya, bahwa nama saya dicatut dengan identitas WA palsu,” ucap Andi, Selasa siang kemarin.

Andy mengaku pihaknya saat ini tidak sedang menangani kasus dana BOS. Sehingga dengan begitu sekaligus menegaskan bahwa yang melakukan teror bukanlah dirinya.

“Sangat meresahkan dan mengganggu mas, tapi kita sudah lakukan pelacakan dan pengejaran lewat jejak digital mas,” terang dia.

Andy menjelaskan, dalam teror tersebut ada kurang lebih 5 kepala sekolah yang datang ke kantor maupun via telpon untuk klarifikasi. Adapun modus pelaku sendiri disuruh datang ke kantor dan dimintai sejumlah uang.

“Infonya pada resah ada yang nyuruh ditransfer juga mas, coba ke kastel dulu. Saya minta hati-hati waspada,” terang dia.

Sementara Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Indra Aprio Handry Saragih juga membenarkan kejadian itu. Ia sendiri juga banyak dihubungi oleh sejumlah kepala sekolah di Gunungkidul.

“Ada yang konfirmasi kemarin dari kepala sekolah di SMK Saptosari. Penelpon itu mengirim nomor rekening, mungkin dengan modus kalau takut akan mengirim sejumlah uang,” pungkas dia. (Vn)

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: