Luas Tanam Bawang Merah di Gunungkidul Meningkat

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menyebut minat masyarakat untuk menanam bawang merah mengalami kenaikan. Hal ini ditunjukan dengan meningkatnya luas lahan tanam pada tahun 2021 ini.

Kepala Seksi Produksi Hortikultura, DPP Gunungkidul, Sugiyanto mengatakan ada peningkatan luas lahan hampir 30 hektare (ha) dibanding 2020 lalu. Hal ini menunjukan animo masyarakat untuk budidaya bawang merah mengalami peningkatan.

“Tahun lalu luasnya 117 ha, yang saat ini mencapai 144,83 ha,” ungkapnya Senin (04/10/2021).

Dengan peningkatan luas tanam ini dimungkinkan berdampak pada hasil panen bawang merah  meningkat. Adapun hasil panen sejauh ini sudah mencapai 783,61 ton.

“Melihat luas lahan yang ada, kemungkinan hasil panen tahun ini bisa mencapai 986 ton,” kata Sugiyanto.

Kendati begitu, pihaknya menilai bahwa hasil panen belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Gunungkidul. Adapun saat ini kebutuhan bawang merah masih banyak bergantung dengan daerah.

Sugiyanto mengatakan upaya peningkatan produksi tetap terus dilakukan. Salah satunya lewat program Optimalisasi Lahan Kering (OPLA) yang mana difokuskan untuk meningkatkan hasil pangan saat musim kemarau.

“OPLA juga bisa dimanfaatkan sektor hortikultura saat penanaman di musim kemarau tersebut,” jelasnya.

Sementar itu, Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto sebelumnya menyatakan wilayahnya memiliki potensi yang besar di sektor pertanian. Termasuk untuk produksi tanaman hortikultura seperti bawang merah.

Ia pun berharap petani di Gunungkidul memanfaatkan program OPLA bantuan dari pemerintah pusat seoptimal mungkin. Apalagi rencananya akan ada tambahan bantuan benih untuk membantu meningkatkan produktivitas.

“Targetnya di tahun ini ada tambahan anggaran untuk perbenihan lahan seluas 50 ha,” ujar Heri.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: