Langgar Aturan PPKM Darurat, Puluhan Lokasi Usaha Ditutup

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Tim Pengendalian Pengawasan Penegakan Hukum (Dalwasgakum) Kabupaten Gunungkidul mencatat ada ratusan pelanggaran terjadi selama penerapan PPKM Darurat. Bahkan puluhan diantaranya terpaksa harus disegel atau ditutup oleh petugas.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Gunungkidul, Hery Sukaswadi mengatakan, selama PPKM Darurat ini pihaknya mencatat ada 174 pelangar aturan. Pelanggar tersebut didominasi oleh kegiatan yang dilakukan oleh para pedagang kaki lima, kafe dan rumah makan.

“Rinciannya, 49 pelanggaran diberikan peringatan teguran peringatan, dan pembubaran. Sedangkan sisanya sebanyak 25 pelanggaran dilakukan penutupan atau penyegelan,” ucap Hery Jumat (16/07/2021) lalu.

Untuk lokasinya sendiri tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul. Adapun pelangaran area publik sebanyak 85 titik. Sedangkan untuk pelaku usaha kuliner berupa kafe, rumah makan hingga PKL tersebut mencapai 59 lokasi.

“Kami berharap kepada masyarakat maupun pelaku usaha untuk mematuhi aturan dalam pemberlakukan PPKM Darurat,” ucap Hery.

Hery menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan patroli penertipan selain itu melakukan penyekatan.  Adapun upaya penyekatan di beberapa titik diantaranya, rest area Bunder, Patuk; Simpang Tiga Candi Jatiayu, Karangmojo dan Pertigaan Bedoyo, Kapanewon Ponjong.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griviyanto Sakti mengatakan, untuk mengurangi mobilitas masyarakat dilakukan penutupan tiga ruas jalan meliputi Jalan Taman Parkir, Jalan Masjid Agung Alikhlas dan Jalan Satria. Adapun penutupan dipasang pembatas jalan sehingga akses tidak bisa dilalui.

“Selain itu juga dilakukan rekayasa arus lalu lintas di simpang tiga besole. Pengendara yang melaju dari timur tidak boleh luruh ke barat karena diwajibkan belok kiri saat berada di pertigaan Besole,” ucap dia.

Beberapa waktu lalu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menegaskan, petugas yang melakukan penertiban diharapkan untuk menjauhi tindakan yang mengarah arogansi. Hal tersebut juga telah disepakati bersama aparat dari pihak kepolisian maupun TNI.

“Bersama Kapolres Gunungkidul dan Dandim 0730 Gunungkidul sepakat, petugas penertiban kami larang untuk bertindak arogan. Kami meminta mengedepankan tindakan yang arahnya imbauan,” pungkas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: