u6Dacb.md.jpg

Kurangi Kerumunan Massa, Pemerintah Matikan Lampu di Alun-alun Kota Wonosari

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Suasana nampak berbeda terlihat di Alun-alun kota Wonosari, Selasa (07/07/2021) malam. Cahaya lampu nampak lebih redup di sekitar taman dan sekeliling lapangan. Hal ini ternyata sengaja dilakukan pemerintah untuk mengurangi kerumuman di malam hari saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pantauan lensamedia.co, suasana Alun-alun kota Wonosari nampak lebih sepi dari biasanya. Lampu penerangan di sekitar taman serta lampu yang menerangi tulisan Alun-alun Kota Wonosari nampak tidak menyala. Kendati begitu, lampu penerangan jalan masih tetap menyala.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan, kebijakan ini dilakukan mulai malam ini pukul 20.00 WIB. Keputusan mematikan lampu alun-alun ini setelah pihaknya rapat virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Kabinet Kerja Luhut Binsar Pandjaitan. Arahan salah satunya untuk menghidupkan atmosfer PPKM Darurat.

“Sangat ideal alun-alun kita matikan lampunya, bentuk apresiasi atau pancingan kalau menurut kami sangat tepatlah untuk menghindari kerumunan di alun-alun,” ucap Drajad.

Kendati lampu taman dimatikan, pihaknya tetap menyalakan lampi di kantor serta pasar-pasar besar di Gunungkidul. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas.

“Kami sangat berharap masyarakat untuk patuh terhadap peraturan saat PPKM Darurat demi memutus rantai penyebaran covid-19,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, selama penerapan PPKM Darurat mobilisasi masa di Gunungkidul menurun 16 persen. Sesuai  intruksi dari pusat nantinya dimaksimalkan hingga 30 persen.

“Kalau mobilitas (turun) 16 persen, menurut pak Luhut ( Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Kabinet Kerja Luhut Binsar Pandjaitan) minta 30 persen,” kata Sunaryanta.

Pantauan yang dilakukan pihaknya selama penerapan PPKM Darurat ini menunjukan perubahan ke arah positif. Aktifitas masyarakat tercatat mengalami penurunan. Kendati begitu, sejumlah warung kaki lima serta tempat makan lainnya masih ada yang menerapkan makan di tempat.

“Ini (saling mengingatkan) bukan tugas pemerintah saja, masyarakat yang tahu seperti itu ada yang tidak menggunakan diingatkan lagi. Ini salah satu untuk menekan penularan covid-19,” kata Sunaryanta.

Kendati Instruksi Bupati tentang PPKM Mikro sudah mengatur secara tegas, ia meminta agar masyarakat tidak terlalu ditekan agar bersedia mematuhi aturan yang ada.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: