u6Dacb.md.jpg

Kurang dari Satu Bulan, Kematian Akibat Covid-19 di Gunungkidul Sentuh Lebih dari 400 Kasus

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat ada 405 kasus kematian akibat covid-19 pada bulan Juli 2021 ini. Dari jumlah tersebut, 83 persen meninggal dunia di rumah sakit sedangkan sisanya adalah mereka yang menjalani isolasi mandiri.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, tertanggal 3 sampai 27 Juli 2021, atau pada masa PPKM Darurat ini tercatat ada 405 kematian. Dari jumlah tersebut 17 persen kematian saat isolasi mandiri, dan sisanya 83 persen saat dirawat di rumah sakit.

Kematian pasien terkonfirmasi positif ber-komorbit 61 persen, dan 39 persen tanpa komorbit. Komorbit tertinggi diabetes militus sebanyak 13,41 persen, disusul Hipertensi 10,98 persen sisana mulai gagal ginjal hingga kanker.

Untuk umur paling tinggi diatas 50 tahun sebanyak 71,7 persen, usia 19 sampai 50 tahun sebanyak 27 persen, dan sisanya 5 sampai 18 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa kasus kematian saat PPKM 3 sampai 27 Juli 2021 mengalami peningkatan. Sementara untuk kasus terkonfirmasi mengalami penurunan.

Mereka yang meninggal dunia sebanyak 92 persen belum divaksin. Sedangkan hanya 8 persen kasus kematian setelah divaksin.

“Iya (kasus kematian mengalami peningkatan),” ucap Dewi ketika dikonfirmasi.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan pendampingan terhadap pasien isolasi mandiri agar kesehatannya diketahui oleh petugas kesehatan. Kendati begitu, untuk nakes pibaknya mengakui mengalami kendala keterbatasan SDM.

“Tidak harus teman-teman (nakes) ke sana (mengunjungi pasien isolasi mandiri). Pasien bisa telepon, intinya yang penting ada kontak dengan petugas kesehatan.” kata Dewi.

Untuk kasus Isolasi mandiri sampai 27 Juli 2021 kemarin tercatat 2500 orang sedangkan yang masuk shelter hanya ada 3 orang. Kemudian 125 orang dirawat di RS rujukan.

Menurut dia, pasien isoman yang meninggal karena kondisinya sudah berat. Selain itu, masyarakat enggan untuk periksa di RS karena tidak ingin diketahui kasusnya, tetapi tetap isolasi mandiri.

“Kami hanya bisa mengimbau jika ada keluhan segera melaporkan ke petugas kesehatan,” kata Dewi. 

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: