Kritik Pedas Arif Setiadi Soal Tim Percepatan Pembangunan Bupati Sunaryanta

  • Bagikan

Wonosari, (lensamedia.co)– Hampir satu tahun Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menjadi orang nomor satu di Gunungkidul. Semangat serta spirit yang ditunjukan di awal jabatan membuat banyak pihak berharap akan semakin cepatnya pembangunan di Gunungkidul. Pun demikian dengan pembentukan Tim Percepatan Pembangunan.

Kendati begitu, hampir satu tahun mendampingi Bupati, tim bentukan Sunaryanta tersebut dinilai masih jauh dari kata optimal. Hal tersebut dilontarkan oleh Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi.

“Ketuanya kan Sekda, anggotanya kepala dinas, kepala Bapeda dan ada mantan ASN. Saya kira masih belum ada action serius dari mereka,” kata Arif Setiadi, Jumat (10/11/2021).

Persoalan yang muncul, lanjut Arif, Sekda maupun kepala dinas tersebut hanya menjalankan pemerintahan yang memang sudah menjadi tugas pokok fungsinya. Sehingga seharusnya mereka dapat menjalankan ketugasan tanpa harus ada di dalam tim tersebut.

“Mereka kan pejabat ya, kalau butuh cepet ya secepatnya, sudah melekat tugas pokok fungsi, sehingga itu menurut kami tidak efektif,” ucap anggota DPRD DIY itu.

“Bagi saya rancu sudah melaksanakan tugas keseharian, itu sama dengan bukan melaksanakan fungsinya itu. Seandainya berhasil itu tugas biasa, tapi nyatanya belum ada pembangungan,” sambung Arif.

Arif menambahkan, secara urgensi, pembentukan tim percepatan oleh Bupati itu adalah langkah yang tepat. Namun saat ini, dirinya berpendapat bahwa Bupati sudah harus mulai melakukan evaluasi.

“Urgensi pembentukannya bagus, tapi menurut saya harus diisi oleh orang yang punya jaringan luas, misalnya mantan dirjen di Jakarta, mantan pejabat eselon 1 di DIY, akademisi dan praktisi. Kemudian diatur penunjukannya, target kinerjanya apa. Agar jelas,” terang dia.

Selain itu, Arif juga berpesan kepada Bupati agar melakukan internalisasi RPJMD. Sebab bupati perlu pemahaman lebih agar hal itu bisa diwujudkan.

“Dokumen perencanaan tidak jadi pegangan nanti akan salah arah kalau tidak berdasar dokumen yang sudah disepakati,” pungkas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: