Konsep Perpaduan Kuliner “Ndeso” dan Modern, Magu Magu FC Siap Membangun UMKM Gunungkidul

  • Bagikan

Karangmojo,(lensamedia.co)–Gunungkidul sejak dulu dikenal sebagai daerah asal para perantau. Alam dan kehidupan yang keras membuat warga masyarakatnya memilih untuk mengadu nasib keluar daerah yang dianggap lebih mempunyai masa depan.

Dengan gemblengan tempat asal yang keras, para perantau dari Gunungkidul yang tersebar diberbagai penjuru Indonesia, akhirnya banyak yang menjadi sukses, ‘dadi uwong’ menurut istilah di Gunungkidul.

Salah satu perantau yang sukses mengadu nasib di luar Jawa adalah Budi Setiawan, pria dari Kapanewon Tepus. Alumnus SMP N 1 Tepus ini merantau lama di Kalimantan, dan disana dia sukses meniti karir. Dengan kesuksesannya ini tidak lantas membuat Budi lupa tanah kelahirannya yaitu Gunungkidul.

Kecintaan Budi terhadap Gunungkidul saat ini dia wujudkan dalam tekadnya untuk ikut membangun ekonomi kerakyatan utamanya melalui bidang Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM). Budi memulai rintisan usaha di Gunungkidul dengan mendirikan rumah makan Magu Magu Fried Chicken FNF.

Saat ini, Budi sudah mendirikan dua buah rumah makan di Gunungkidul, salah satunya dilaunching pada Rabu(29/09/2021) terletak di Jalan Karangmojo – Wonosari no 109 Padukuhan Bendungan, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Karangmojo, dan satunya berlokasi di Padukuhan Menthel, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul.

Magu Magu FC adalah branding usaha yang dirintis oleh Budi, konsep yang dikembangkan berbeda dengan rumah makan pada umumnya. Magu Magu FC adalah rumah makan yang mengkawinkan konsep kuliner “ndeso” atau tradisional, dengan modern atau milennial.

Dengan konsep ini, Magu Magu FC, tak hanya menyuguhkan menu ayam goreng, tapi berbagai macam menu tradisional ndeso seperti camilan puli tempe, jadah, dan sego gendong, kuliner khas Gunungkidul.

Konsep memadukan antara kuliner Ndeso dan Milenial ini memang digagasnya sejak lama. Dan mengambil momen kebangkitan ekonomi masyarakat paska Pandemi, Budi memulai usaha ini.

“Selain menu Ndeso Sego Gendhong, Puli Tempe ada berbagai menu milenial yang kami sajikan yakni Ayam Chiken, Spagethi, Steak dan Burger,”kata Budi Setiawan usai membuka secara resmi (soft opening) rumah makan Magu – Magu miliknya, Rabu (29/09/2021).

Budi melanjutkan, rencana ke depan Magu Magu FC ini bakal dibuka disetiap Kapanewon di Gunungkidul.

“Ini sesuai tujuan awal kami, yakni merintis ekonomi kerakyatan melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), konsep kuliner “Ndeso” ini adalah salah satu cara kami untuk mengangkat kuliner tradisional,” imbuhnya.

Selain itu, Budi menyatakan, Magu Magu FC juga ada kegiatan sosial sedekah Jumat yang nantinya berbentuk nasi boks yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Selain membuka lapangan kerja. kami bertujuan untuk ikut membangun ekonomi kerakyatan di Gunungkidul,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: