Kompetisi Perdana, Atlet Putri Gunungkidul Sumbang Perak Peparnas Papua

  • Bagikan

Patuk,(lensamedia.co)–Gunungkidul kembali membuktikan diri sebagai gudang atlit berprestasi di ajang Pekan Paralimpiade Nasional(Peparnas)XVI 2021 Papua.

Setelah Sutiayah dan Untung Subagyo, atlet Cabor Angkat Berat Gunungkidul yang berhasil memecahkan rekor nasional dan mempersembahkan medali emas untuk kontingen DIY, kali ini seorang atlit putri dari Kapanewon Patuk berhasil meraih medali perak pada Cabor yang sama.

Dia adalah Elsa Dewi Saputri, warga Padukuhan Ngembes, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Gunungkidul. Saat ini ia masih berstatus pelajar kelas 3 SMA 1 Patuk. Gadis kelahiran 12 November 2003 ini berhasil mempersembahkan medali perak untuk Cabor Angkat Berat di kelas 86 kg putri. Istimewanya kompetisi Papernas XVI Papua ini adalah ajang perdana yang dia ikuti.

Dihubungi lewat sambungan telepon, Elsa tampak sangat gembira dengan hasil yang dia capai ini. Dia mengatakan, bahwa medali ini adalah hadiah terindah untuk ulang tahunnya yang ke 18. Dia menjalani pertandingan ini pada Sabtu(13/11/2021) kemarin, tepat sehari setelah ulang tahunnya.

“Senang sekali, medali ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, pelatih dan tim serta teman teman yang selalu mendukung saya,” ujarnya.

Elsa kemudian menceritakan beratnya perjuangannya dan sengitnya persaingan antar atlit di ajang Para Games paling bergengsi nasional ini. Karena ini event perdananya, Elsa mengaku sempat grogi waktu menjalani pertandingan.

“Saya sempat salah pada dua angkatan awal, tapi angkatan selanjutnya saya bisa memperbaikinya,” lanjutnya.

Elsa akhirnya meraih medali perak dengan angkatan 90 kg, setelah Sriyanti atlit senior dari Jawa tengah tak terkejar dan berhasil memecahkan rekor nasional sekaligus meraih medali emas. Tempat ke tiga atau medali perunggu diraih oleh Orpa Awake, atlit tuan rumah Papua.

Putri tunggal dari pasangan Agus Purwanto dan Tri Sutarti ini sebagai pendatang baru prestasinya patut dibanggakan, dengan ketekunannya berlatih dan semangat juang yang tinggi. tentu ke depan akan mempunyai masa depan yang gemilang.

“Saya berlatih di tempat pak Untung Subagyo, beliau yang selalu mendampingi dan memberi support ke saya, awalnya saya ragu apakah saya mampu menjadi atlit Angkat Berat,” ceritanya.

Ketertarikan Elsa pada dunia oleh raga ini, pada awalnya di tawari sama gurunya yang mengenal Untung Subagyo. Untung adalah atlet angkat berat senior dan kemarin juga meraih medali emas di ajang yang sama.

“Awalnya hanya melihat lihat dulu, apakah tertarik atau tidak, sama pak Untung disuruh lihat latihannya dulu,” lanjutnya.

Elsa mengaku, pada awalnya dia ragu tapi setelah di support tentang kesempatan untuk sukses dan tidak minder dengan kekurangan fisiknya, akhirnya dia putuskan untuk serius berlatih.

“Minta do’anya ya, Desember besok saya dan rekan saya Dwiska akan bertanding di Asian Youth Para Games di Bahrain, semoga kami bisa membawa nama harum bangsa Indonesia,” pungkas Elsa.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: