Klaim Prokes Ketat, Disdikpora Sebut Pasukan Paskibra Terjangkit Virus Akibat Euforia Setelah Penurunan Bendera

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Pasca viralnya kabar puluhan anggota Paskibra Kabupaten Gunungkidul terkonfirmasi positif covid-19, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul akhirnya angkat bicara. Disdikpora sebagai penanggung jawab kegiatan mengaku telah menerapkan protokol kesehatan ketat dalam penjaringan maupun diklat anggota. Penularan sendiri disebut terjadi begitu cepat yakni pasca euforia penurunan bendera merah putih pada Selasa (17/08/2021) malam.

Plt Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan, dalam proses penjaringan sendiri yakni pada 10 Maret 2021 lalu, pihaknya telah melakukan pengecekan kesehatan dari masing-masing calon peserta. Bahkan hingga terjaring sebanyak 150 orang semua dinyatakan negatif covid-19.

“Ketika sudah diterima sebagai Paskib, ada 150 peserta itu sudah tes kesehatan secara umum. Pada 5 juli sampai Agustus atas izin gugus tugas dan dinyatakan sehat dilakukan diklat,” ucap Ali Ridlo, Kamis (19/08/2021).

Kemudian diklat atau karantina sendiri dilakukan sampai dengan 18 Agustus malam. Selama proses diklat, pihaknya mengklaim penerapan prokes sangatlag ketat baik terhadap anggota maupun pembina Paskib.

“Tamu kita batasi, aktifitas selalu terapkan prokes,” kata dia.

Namun begitu, pihaknya menyebut terjadinya penularan sendiri terjadk usai penurunan bendera merah putih. Usai dilakukan penurunan bendera, terjadi euforia yang berlebihan dari para anggota. Diduga disana terjadi pelanggaran prokes sehingga terjadi penularan.

“Setelah penurunan itu ada euforia mungkin saking senangnya acara selesai. Sehingga disana terjadi penularan,” kata dia.

Saat itu, salah seorang anggota izin tidak mengikuti acara atas selesainya kegiatan karena sakit. Dari situ kemudian dilacak ada 4 orang yang terkonfirmasi positif.

“Empat orang dirawat di rumah sakit,” terang dia.

Atas hal itu, pada Rabu pagi kemarin dilakukan tracing. Hasilnya 16 orang terkonfirmasi positif namun mereka tidak menjalani perawatan lantaran tidak bergejala.

“Total ada 20, jadi 4 orang dirawat kemudian 16 isoman,” terang dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: