Kisah Sukses Desainer Agung Badak, Pilih Tak Ikut Liburan ke Bali hingga Putus Kuliah untuk Penuhi Permintaan Pasar Luar Negeri

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Wahyu Agung Nugraha warga Padukuhan Bansari, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari dapat disebut sebagai sosok inspiratif. Berawal dari hobi menggambar, pria berusia 32 tahun itu kini mampu menjual desain gambarnya hingga ke negara Eropa dan Amerika Serikat.

Pria dengan sapaan Agung Badak itu menceritakan kisahnya dari nol hingga saat ini. Ia mengaku memiliki hobi menggambar sejak duduk di bangu sekolah menggunakan media kertas.

Kemudian sekitar tahun 2010, ketika duduk di bangku SMA ia mulai belajar menggunakan photoshop di laptop milik temanya. Namun saat itu ia merasa kurang bisa leluasa karena menggunakan barang milik orang lain.

“Waktu itu saya memilih tak ikut study tour ke Bali. Jadi uang untuk membayar dan uang saku diberikan komputer jinjing oleh orang tua saya,” kata Agung Minggu (11/07/2021) lalu.

Mulai dari situ, ia kemudian aktif menggambar dan mencurahkan segala imajinasi di dalam pikirannya. Setelah ia lulus kemudian dirinya diterima kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, dirinya belajar lebih dalam mengenai desain grafis.

Dia juga terinspirasi beberapa orang asal Gunungkidul yang sudah lebih dulu menjual desain gambar.

“Gambar saya itu saya unggah ke akun facebook awalnya, lalu mengenal instagram. Saat itu di Facebook ada warga negara Perancis DM (Mengirim pesan melalui Facebook) mau membeli desian saya. Itu tahun 2016,” ucap Agung.

Sejak saat itulah, karyanya mulai dikenal oleh orang dari berbagai negara. Mulai dari Asia, Eropa, hingga Benua Amerika. Setiap hari banyak pesan masuk untuk membeli desainnya. Saking sibuknya, bapak satu orang anak ini meninggalkan bangku kuliah padahal tinggal skripsi.

“Gambar saya biasa digunakan untuk papan skateboard, kaos, hingga stiker. Untuk harga ya kisaran jutaan rupiah setiap desaian,” ucap dia.

Ia menambahkan, dari sekian desain yang pernah dibuat, paling banyak diminati konsumen ialah gambar tengkorak. Sebab, mereka tertarik gaya gambar desain tengkorak miliknya.

“Untuk satu desain biasanya 2 sampai 3 hari untuk menyelesaikan,” ucap Agung.

Dikatakannya, masa pandemi covid-19 awalnya memang berkurang permintaan membuat desain. Namun hanya beberapa pekan, setelah itu orderan datang kembali. Kini setiap bulan, dirinya mampu menyelesaikan 12 sampai 15 desain yang semuanya dikirimkan ke luar negeri.

Pria asli Kapanewon Semanu ini mengakui awalnya banyak yang tidak mengetahui jika dirinya hanya di rumah saja tetapi mampu menghasilkan uang jutaan rupiah, dan bisa menghidupi keluarga.

“Bidang pekerjaan yang tidak diakui pekerjaan oleh masyarakat ternyata bisa mencukupi kebutuhan,” ucap dia.

Kini dimasa pandemi, dirinya bisa lebih fokus karena memilih banyak di rumah, karena mengurangi berkumpul dengan teman atau koleganya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: