Kisah Bendol, Dari Usaha Kanopi Hingga Bisa Rakit Motor Gede

  • Bagikan
Andri Saat Merakit Pesanan Moge

Playen,(lensamedia.co)–Memaksimalkan potensi di dalam diri menjadi salah satu ungkapan yang pas diberikan kepada Andri Susilo pria asal Siyono, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen. Skil pengelasan yang ia miliki sebagai tukang penyedia kanopi itu ia maksimalkan untuk merakit motor gede (Moge).

Ditemui oleh awak media di bengkel miliknya di komplek kios sebelah barat Gor Siyono, ia terlihat sibuk menggarap pesanan moge klasik. Ia mengatakan, apa yang dikerjakan saat ini merupakan pesanan ke tiga.

“Lagi bikin moge klasik dengan mesin mobil minicab,” kata lelaki yang akrab disapa Bendol.

Ia menceritakan sejarah dirinya menjadi perakit moge. Saat itu pada 2015 ia membuka jasa pembuatan kanopi dan pagar untuk rumah. Namun karena terdampak pandemi, usahanya itu mengalami penurunan.

Mensiasati hal itu, sejak pandemi terjadi atau satu tahun terakhir ini, ia memaksimalkan skil pengelasan tersebut untuk merakit moge. Saat ada tawaran menyelesaikan atau menyempurnakan pesanan modif motor klasik ia memberanikan diri menyanggupinya.

“Pertama ada teman pemilik bengkel las yang meminta saya menyelesaikan modif motor klasik. Bukan buat dari awal. Tawaran itu saya sanggupi,” ujar Andri.

Pekerjaan pertama menyelesaikan moge klasik model BSA itu pun selesai dengan cukup memuaskan. Dari situ, kabar dirnya bisa merakit Moge pun tersiar ke seantero penjuru. Ia lantas mendapat order membuat moge klasik model Triumph dan Norton.

Untuk perakitan sendiri menururnya membutuhkan waktu lumayan lama yakni sekitar 5-6 bulan. Tergantung ketersediaan bahan.

“Untuk motor custom, saya mengerjakan mulai dari pembuatan rangka, modifikasi shock depan dan belakang termasuk tangki. Untuk yang tersulit asalah bagian center mesin,” ungkap dia.

Disela pembuatan motor klasik, terkadang ada pesanan tambahan bikin modif motor yang lebih simpel, seperti street cup dan cooper.

“Yang simpel dan ukuran kecil paling selesai 1 bulan,” terangnya.

Pria asal Kalurahan Mulusan, Kapanewon Paliyan ini menjelaskan, untuk biaya satu unit moge membutuhkan dana sekitar Rp 10 hingga Rp 15 juta.

“Nanti kalau orderan kanopi ada lagi, ya dilayani,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: