Kick Off Vaksinasi Booster Gunungkidul, Antusias Peserta Lansia Tinggi

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dinas Kesehatan Gunungkidul akhirnya menggelar kick off vaksinasi ketiga atau Booster, Jumat(14/1/2022). Pada agenda perdana ini, ada 150 dosis vaksin yang disediakan untuk masyarakat umum dengan prioritas Lansia dan kelompok rentan.

Sejak dimulai, tampak para peserta yang didominasi oleh Lansia antusias untuk mengikuti proses vaksinasi. Mereka tampak antri dengan tertib menunggu giliran mendapat suntikan Booster.

Kas Mulyono(82), warga Padukuhan Pandansari, Kalurahan Wonosari, adalah salah seorang peserta dengan umur yang sudah lanjut. Tapi ia dan beberapa Lansia yang lain tetap semangat mengikuti proses hingga sampai mendapat suntikan.

“Biar tetap sehat, terhindar dari Covid19,” terang Kas Mulyono, Jumat(14/1/2022).

Menurutnya, ia mantab mengikuti vaksinasi ini disamping untuk menjaga kesehatannya juga mengikuti anjuran pemerintah. Pada suntikan pertama dan kedua dulu, Kas Mulyono mengaku tidak ada gejala atau efek setelah divaksin.

“Yang ketiga ini, niat saya semakin mantab, ini ikhtiar agar tetap sehat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, sebelumnya vaksin booster ini diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan pendukung tenaga kesehatan.

“Vaksin Booster ini memang dipergunakan untuk masyarakat di atas 18 tahun, namun prioritas awal memang untuk lansia dan kelompok rentan,” terang Dewi

Dewi menyebut, untuk dosis vaksin Booster yang akan disediakan berjumlah sekitar 500 ribu dosis, sedang jumlah Lansia keseluruhan di Gunungkidul menurut Dewi ada sekitar 124 ribu orang.

“Vaksin booster ini sangat penting dilakukan, karena berdasar penelitian, setiap orang yang mendapat vaksinasi primer pertama dan kedua setelah enam bulan daya cegah covid19 menjadi menurun, ini pentingnya dilakukan Booster” terang Dewi.

Dewi merinci, untuk dosis vaksin yang digunakan yaitu Astrazeneca(AZ) dan Moderna. Dua jenis vaksin ini disuntikan hanya setengah dosis, karena menurut Dewi efeknya akan sama dengan penyuntikan satu dosis.

“Kalau vaksin pertama dan kedua menerima Sinovac, maka untuk yang ketiga disuntik AZ setengah dosis, tapi jika diawal menerima AZ, maka yang ketiga diberikan Moderna setengah dosis,” terang Dewi

Menanggapi varian Omicron yang mulai masuk ke DIY Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menghimbau agar masyarakat tidak lengah,meski beberapa hari lalu Gunungkidul sempat mencatatkan nol kasus.

“Jangan kendor untuk menjaga Prokes dan kesehatan tubuh masing masing, Covid19 sangat dekat dengan kehidupan kita, akselerasi vaksinasi ini sangat penting untuk meminimalisir potensi penularan,” pesan Bupati.

Sunaryanta juga berharap, agar masyarakat antusias mengikuti vaksinasi Booster ini, karena sesuai komitmen dengan pemerintah pusat, vaksin ini gratis diberikan kepada masyarakat umum.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: