Ketersediaan Oksigen di RSUD Saptosari Menipis

  • Bagikan

Saptosari,(lensamedia.co)–Ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saptosari mulai menipis. Rumah sakit rujukan covid-19 di Gunungkidul itu, saat ini terus berupaya mencari tambahan oksigen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty. Kepada lensamedia.co, ia megatakan bahwa sampai saat ini ketersediaan oksigen hanya cukup untuk satu hari. Ia menyebut, pihak RSUD Saptosari tengah berupaya mencari tambahan oksigen.

“Masih ada, tinggal untuk sehari. Teman-teman di RS (RSUD Saptosari) masih hunting terus. Malam ini janji akan datang sebagian, untuk besok pagi ada juga janji yang akan datang,” ujar Dewi, Minggu (04/07/2021) malam.

Ia mengatakan, saat ini di RSUD Saptosari tengah merawat 17 pasien positif covid-19. Ketersediaan oksigen sendiri menjadi salah satu tantangan dalam penanganan pasien di Gunungkidul.

RSUD Saptosari Gunungkidul

“Ketersediaan oksigen dan SDM menjadi kendala kami saat ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, ketersediaan oksigen di Gunungkidul masih menjadi hal yang sulit. Sebab, meskipun RSUD Wonosari memiliki alat cangih untuk mengolah udara biasa menjadi oksigen namun hal itu belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit lain.

“RSUD Wonosari saat ini hanya baru bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,” kata dia.

Sementara itu, Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistiyowati mengatakan, untuk saat ini kebutuhan oksigen di RSUD Wonosari setiap bulannya mencapai 7,7 juta liter. Sedangkan kemampuan mesin tersebut 6 juta liter per bulan.

“Kekurangannya kita juga masih cari. Tapi ini kompresornya sudaj di upgrade, tinggal nunggu import mesin OGP 18 nya. Ketersediaan oksigen di RSUD Wonosari masih aman,” jelas dia.

Sebagai informasi, tambahan kasus positif masih terus terjadi. Minggu ini, Dinkes Gunungkidul mencatat ada 409 tambahan kasus. Dimana 398 masuk dalam perawatan sedangkan 11 lainnya meninggal dunia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: