Kembali Lakukan Rotasi Jabatan, Bupati Gunungkidul Tegas Minta Pejabat Tak Berulah

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Bupati Gunungkidul, Sunaryanta kembali melakukan rotasi sejumlah posisi jabatan di jajarannya, Kamis (30/06/2022). Pelantikan para pejabat baru ini pun dilakukan pada Kamis (30/06/2022) siang. Dalam kesempatan itu, Bupati dengan tegas meminta para pejabat untuk tidak berulah.

Bupati mengatakan, ultimatum tegas ini disampaikan kepada pejabat baru serta seluruh jajarannya. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir ini, kabar tak sedap menyelimuti beberapa oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gunungkidul.

“Saya minta jangan lagi ada permasalahan baru, mengingat selama ini sudah banyak permasalahan,” kata Sunaryanta.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini menjadi perbincangan banyak pihak terkait pelanggaran kode etik oknum ASN. Selain itu juga kasus dugaan korupsi di RSUD Wonosari pada 2015 lalu yang akhirnya terungkap dan dieksekusi belum lama ini.

Dengan tegas Sunaryanta menyatakan “tidak mau tahu” jika terjadi lagi permasalahan pada jajarannya. Ia akan menindak keras mereka yang melakukan pelanggaran kerja.

“Semua harus berperan, jangan sampai timbul permasalahan yang merugikan,” ujarnya.

Adapun dalam rotasi kali ini ada 17 pejabat resmi dirotasi oleh Sunaryanta. Sejumlah nama yang muncul pun tidak asing karena untuk kesekian kalinya kembali rotasi.

Seperti Hary Sukmono, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga kini menjadi Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja. Lalu Abdul Azis yang belum lama dilantik sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, dipindah menjadi Kepala Bagian Umum, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul.

Selanjutnya, Yuniarti Ekoningsih, yang kembali ke Dinas Perdagangan sebagai sekretaris setelah sebelumnya menjadi Kepala Bagian Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD. Ia bertukar posisi dengan Oneng Windu Wardana.

Sunaryanta menegaskan rotasi yang dilakukan murni untuk asas profesionalitas.

“Rotasi seperti ini hal biasa. Bahkan ini bagian terpenting untuk pembinaan karir, personel, dan perubahan dalam organisasi,” katanya.

lensamedia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: