Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran Dijadikan Salah Satu Koleksi Perangko

  • Bagikan

Gunungkidul,(lensamedia.co)–Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran di Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul dijadikan salah satu koleksi perangko. Hal ini diharapakan mampu menjadi salah satu media promosi pariwisata yang tengah digencarkan pemerintah.

Adapun perangko tersebut memuat gambar embung yang berada di kawasan Nglanggeran. Perangko tersebut diluncurkan bersama Desa Wae Rebo, NTT, saat Gunungkidul Weekend Fest 2002 di Amphiteater Nglanggeran, Minggu (22/05/2022).

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, perangko tersebut nantinya akan dikonsumi internasional. Artinya tidak hanya masyarakat dalam negeri saja yang dapat menggunakannya.

“Perangko ini akan dikonsumsi internasional ya, nanti akan dilaporkan ke UPU (Universal Postal Union) di Swiss,” kata Bupati Gunungkidul Sunaryanta di lokasi, Minggu.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menyampaikan meski saat ini penggunaan perangko tidak sebanyak beberapa tahun lalu. Namun demikian, perangko dianggap bagian terpenting dari salah satu upaya untuk media promosi.

“Ini adalah media promosi (pariwisata) kita agar bisa dikenal, karena perangko kemudian masih ada pemeran dan koleksinya. Tentunya ini masih positif bagi pariwisata,” kata Singgih.

Dikatakannya beberapa destinasi wisata di DIY sudah ada yang dibuat perangko, dan kedepan akan diusulkan beberapa yang lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, M. Arif Aldian menyampaikan peluncuran perangko desa wisata Nglanggeran ini dibarengi dengan kegiatan Gunungkidul Weekend Fest 2002.

“Pemilihan Desa Wisata sebagai lokasi penyelenggaraan event ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan minat wisatawan di masa mendatang dimana terdapat pergeseran tren dari wisata mass tourism ke wisata minat khusus yaitu salah satunya Desa Wisata,” kata dia.

Selain itu, sebagai upaya pemerintah dalam mendukung penerapan CBT (Community Based Tourism) untuk menuju pariwisata yang berkelanjutan melalui penguatan aspek pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan dan pelestarian budaya.

“Harapan’nya, pariwisata Kabupaten Gunungkidul bisa menuju pariwisata kelas dunia,” kata Arif.

lensamedia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: