Kasus Korupsi RSUD Wonosari, Mantan Direktur Akan Segera Disidang

  • Bagikan

Yogyakarta ,(lensamedia.co)– Selasa (28/06/2022), Ditreskrimsus Polda DIY telah melimpahkan tersangka kasus tindak pidana korupsi di RSUD Wonosari ke Kejaksaam Tinggi DIY. Berkas kasus yang menjerat perempuan berinisal Ii, Mantan Direktur RSUD Wonosari pada 2015 silam telah dinilai lengkap dan akan segera disidangkan.

Direskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Roberto Gomgom Manorang Pasaribu dalam konferensi pers menjelaskan, dikarenakan berkas telah lengkap, maka pihaknya akan mengirim tersangka serta barang bukti ke Kejati DIY. Selanjutnya, tahapan selanjutnya yakni persidangan.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kejaksaan Tinggi Yogyakarta, supervisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan petunjuk jaksa peneliti, perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap,” kata Robet.

Namun begitu, dalam konferensi pers yang dilakukan tersangka Ii tidak turut didatangkan. Pihak kepolisian menjelaskan, hal itu dilakukan atas dasar pertimbangan usia.

“Karena pertimbangan usia, tersangka Ii tidak kami datangkan dalam acara ini,” kata dia.

Sementara itu untuk tersangka lainnya, yakni AS masih menunggu kelengkapan berkas.

“Untuk AS masih menunggu, berkas perkara terpisah, menunggu kelengkapan,” ucap dia.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan laporan polisi pada tanggal 11 November 2019, II yang pada saat itu, tepatnya di tahun 2015 menjabat sebagai Direktur RSUD Wonosari, diduga melakukan penyalahgunaan wewenang atau tindak pidana korupsi bersama tersangka lain yakni AS.

Antara tahun 2009 sampai 2012 telah terjadi kesalahan bayar atas uang jasa pelayanan dokter laboratorium kepada para dokter dan tenaga kesehatan di RSUD Wonosari,” ujarnya.

Kemudian pada tahun 2015, II memerintahkan untuk mengembalikan uang yang terkumpul sebesar Rp 646 juta. Dari sejumlah uang yang terkumpul tersebut sebesar Rp 158 juta dikembalikan ke kas RSUD Wonosari. Sedangkan sisanya, uang sebesar Rp 488 juta atas perintah Ini tidak dimasukkan ke kas RSUD Wonosari.

Selanjutnya uang sebesar Rp 470 juta tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi bersama tersangka lain yakni AS.

Berdasarkan temuan tersebut, polisi kemudian melakukan penyidikan dan menetapkan dua tersangka sejak 2019 lalu. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan Laporan Polisi (LP) bernomor LP/XI/2019/DIY/SPKT pada 11 November 2019.

lensamedia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: