Kasus Covid-19 di Wilayah Pesisir Gunungkidul Sangat Minim, Kenapa?

  • Bagikan

Girisubo,(lensamedia.co)–Lonjakan kasus covid-19 di Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu terakhir menunjukan angka kenaikan cukup signifikan. Kendati demikian, jika melihat data yang ada, jumlah kasus di wilayah pesisir Gunungkidul jauh lebih rendah dibanding wilayah lainnya. Hal ini diduga terjadi karena mobilitas masyatakat lebih rendah serta taatnya masyarakat terhadap penerapan prokes.

Sebagai informasi, sejumlah kapanewon yang memiliki kasus rendah yakni Girisubo dengan 14 kasus, Panggang 102 kasus, Purwosari 58 kasus, Rongkop 49 kasus, Saptosari 90 kasus, Tanjungsari 131 kasus Tepus 96 kasus dan Paliyan 108 kasus. Melihat data yang ada ini, Bupati GunungkidulS Sunaryanta pun meninjau secara langsung kondisi di wilayah pesisir.

Seperti pada Senin, (05/07/2021) siang tadi, Sunaryanta sembari memantau pengetatan PPKM Darurat menyempatkan diri mampir ke Kantor Kalurahan Karangawen, Kapanewon Girisubo. Disana ia mendapat informasi bahwa jumlah kasus terkonfirmasi positif sangat rendah.

“Disini (Kalurahan Karangawen) tadi saya dapat info hanya ada 1 orang yang positif. Kalau dari pak Panewu tadi saya dapat kabar jumlahnya ada 14 kasus. Terendah di Gunungkidul,” kata Sunaryanta.

Dirinya berharap, masyarakat untuk saat ini taat terhadap aturan PPKM Darurat. Sehingga wilayah lain dengan angka covid masih tinggi dapat ditekan dan perlahan menurun.

“Maka PPKM Darurat ini harus kita jalankan dengan disiplin penuh, semua unsur mendukung program ini agar kasus turun, aktifitas kembali normal lagi,” terang dia.

Selain ke Karangawen, Sunaryanta juga memantau seluruh obyek wisata di kawasan pesisir. Saat ini dikatakannya, PPKM Darurat berjalan dengan baik.

“Tidak ada warung buka, obyek wisata juga ditutup, tidak ada wisatawan. Ini baik semoga konsisten terus,” jelas dia.

“Ini juga ke Kalurahan Getas, disana kasusnya masih 23 kasus. Ini banyak harus kita pantau juga agar penerapan prokes di PPKM Darurat ini berhasil,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya kasus di wilayah pesisir.

“Ada banyak faktor yang membuat seseorang terinfeksi Covid, dan bergejala atau tidak. Bisa jadi di wilayah pesisir memang penduduk tidak banyak, mobilitas masyarakat rendah. Kemungkinan karena itu,” jelas dia.

Dewi berharap, seluruh komponen masyarakat saat ini saling mendukung dalam melaksanakan PPKM Daruray secara sungguh-sungguh. Dirinya optimis hal ini akan mampu menekan laju penambahan jumlah kasus covid di Bumi Handayani.

Sebab saat ini menurutnya, banyak tenaga kesehatan yang tumbang terpapar virus. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri.

“Insyallah bisa berhasil. Dengan kasus yang menurun, maka para nakes bisa lebih ringan dalam melayani.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: