u6Dacb.md.jpg

Kalurahan Kemadang Diusulkan Jadi Desa Tangguh Tsunami

  • Bagikan
Salah satu pantai di Kalurahan Kemadang, Pantai Baron

Tanjungsari,(lensamedia.co)–Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari diusulkan menjadi desa Tangguh Tsunami. Nantinya, jika dokumen telah siap maka akan diusulkan ke UNESCO. Adapun upaya verifikasi dokumen sendiri telah dilakukan selama dua hari kemarin.

PMG Madya BMKG Stasiun Geofisika Sleman, Nugroho Budi Wibowo mengatakan, guna menindak lanuti Kalurahan Kemadang menjadi Desa Tangguh Tsunami, selama dua hari kemarin yakni pada Rabu (11/08/2021) dan Kamis (12/08/2021) telah dilakukan pelengkapan persyaratan pengusulan yakni dengan menyusun dokumen melengkapi persyaratan. Dokumen tersebut dibutuhkan untuk kegiatan verifikasi 12 indikator desa tangguh tsunami, melakukan verifikasi peta bahaya tsunami yang dibuat BMKG, dan melakukan Verifikasi peta jalur tsunami bersama FPRB dan BPBD Gunungkidul serta Pemenuhan Dokumen Indikator Tsunami Ready.

“Dokumen desa tangguh tsunami nantinya dikirimkan ke UNESCO apakah kemadang layak menjadi desa tangguh Tsunami jika nanti layak mendapatkan sertifikat tangguh tsunami secara internasional,” katanya.

Adapun, BMKG juga berupaya menyempurnakan peta bahaya tsunami dan peta evakuasi tsunami yang telah ada di Kalurahan Kemadang. Dengan memberikan masukan pemodelan tsunami untuk skenario terburuk yaitu tsunami dengan kekuatan gempa sebesar 8,8 yang terjadi di selatan Jawa.

Kegiatan ini bermaksud memberikan masukan kepada FPRB Desa Kemadang dan BPBD Gunungkidul dalam mitigasi bencana khususnya tsunami dalam rangka pengurangan resiko bencana. 

Sementara itu, Anggota FPRB Kalurahan Kemadang Surisdiyanto mengatakan, wilayah Kalurahan Kemadang sendiri memiliki beberapa pantai yang saat ini digunakan untuk kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Dengan kesiapan ini nantinya diharapakan masyarakat serta pelaku wisata pantai menjadi masyrakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) yang diakui secara internasional yang diprakarsai oleh IOC-UNESCO.

Pihaknya berharap, dengan usulan ini bisa diterima UNESCO. Selain it, dengan adanya kegigatan ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tsunami.

“Semoga kedepan masyarakat semakin siap menghadapi bencana, meski tidak berharap ada bencana,” kata dia

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: