u6Dacb.md.jpg

Jualan di Facebook dengan Omzet Belasan Juta, Pria Ini Mampu Buka Lapangan Kerja Bagi Lingkungannya

  • Bagikan

Karangmojo,(lensamedia.co)–Kreatifitas serta keuletan menjadi salah satu kunci sukses Ananto Sumardani. Pria 46 tahun warga Padukuhan Kayu Walang, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo ini membuktikan produk dekorasi pesta pernikahan buatanya mampu bersaing di pasar nasional.

Ananto mengatakan, bisnis tersebut dirintis sejak tiga tahun yang lalu. Saat itu, ia memang telah memiliki keahlian membuat dekorasi pesta pernikahan.

Dirinya kemudian iseng menawarkan produknya tersebut di grup jual beli dengan media facebook. Dirinya cukup kaget, peminat karyanya cukup banyak sehingga menurutnya tak ada kesulitan dalam memasarkan kerajinan tersebut.

“Mulanya kerja di tempat orang, lalu memutuskan buka sendiri. Pelanggannya dari Aceh sampai Papua,” kata Ananto.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai dibanjiri pesanan dari luar wilayah DIY. Banyaknya orderan membuatnya merekrut sekitar 20 orang tenaga kerja yang berasal dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Adapun kerajinan yang diprodukai berupa cup lampu dengan berbagai bentuk berikut standing lampu. Harga yang bandrol pun cukup bervariasi, tergantung tingkat kerumitan serta bahan baku yakni antara Rp 25 ribu hingga Rp 700 ribu.

Dalam sehari, sebelum pandemi ia biasa kirim 100-an pieces. Karena selama pembatasan hajatan pernikahan dibatasi omsetnya turun hingga 60 persen.

“Saat normal sebelum pandemi, omset seminggu antara Rp15 juta hingga Rp 20 juta. Pengeluaran anggaran untuk operasional tenaga kerja dalam seminggu mencapai Rp10 jutaan,” terang Ananto.

Ia mengatakan, dalam membuat kerajinan cup lampu, bahan baku yang dibutuhkan ialah kawat dan kain dekorasi serta kain brokat. Untuk kawat sendiri ia beli di toko bangunan. Sementara kain dekor ia beli di Jogja dan Solo.

Proses pembuatannya dimulai dari pemotongan kawat, pembentukan pola, pengelasan dan pengecatan kawat berpola itu lantas terakhir pengeleman kain ke kawat berpola.

“Setahun terakhir pakai rekber atau marketplace Shopee, Tokopedia, Lazada dan sejenisnya,” imbuh Ananto.

Meski saat ini masih dalam situasi Pandemi ia cukup bersyukur dengan hasil yang ia dapat. Pesanan partai kecil masih dapat diandalkan untuk menambah pemasukan dirinya serta warga sekitar yang ikut bekerja ditempatnya.

“Ada ibu-ibu yang ikut menggarap produk pada tahap pengeleman di rumah masig-masing. Bagi yang dikerjakan sampingan seminggu bisa dapat Rp300 ribu. Yang fokus bisa dapat Rp1 jutaan,” pungkas dia.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: