Inbup PPKM Level 3, Pembelajaran Tatap Muka dan Hajatan Diperbolehkan, Wisata Tutup

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta telah mengedarkan Instruksi PPKM Level 3. Pada edaran terbaru ini, lingkup kelonggaran aktivitas menjadi lebih luas, kecuali wisata yang tetap ditutup. Salah satunya adalah kelonggaran terkait kegiatan pendidikan. Sunaryanta memperkenankan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Sunaryanta mengatakan, kelonggaran ini mengacu pada pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen. Namun kondisi ini ada pengecualian yakni bagi satuan pendidikan Luar Biasa (SMLB, MILB, SMPLB, MALB). Kapasitas pelajar diperkenankan 62 sampai 100 persen namun tetap jaga jarak minimal 1 meter serta maksimal 5 pelajar dalam satu kelas.

“Untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga boleh, tetapi jumlah peserta didiknya dibatasi maksimal 33 persen dari total kapasitas,” ucap Sunaryanta.

Pun demikian dengan kegiatan hajatan, pada PPKM Level 3 ini acara hajatan diperbolehkan. Namun tentu dengan prokes ketat serta maksimal tamu undangan berjumlah 20 orang.

“Hajatan boleh, tapi tidak diperbolehkan makan ditempat. Takziah juga dibatasi, meski boleh,” kata dia.

Sementara untuk aktivitas pasar tradisional, swalayan, pusat perbelanjaan, toko kelontong, hingga toko berjejaring yang sebelumnya hanya sampai pukul 20.00 WIB kini diperpanjang hingga 21.00 WIB. Namun kapasitas dibatasi maksimal 50 persen..

“Aturan juga berlaku bagi warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, restoran, hingga kafe, dengan waktu makan maksimal 60 menit,” kata Sunaryanta.

Meski sudah banyak kelonggaran, sejumlah kegiatan lain masih tetap ditutup atau tidak diperkenankan. Antara lain area publik termasuk tempat wisata hingga kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan pihaknya kemarin sudah berkoordinasi membahas wacana PTM terbatas. Namun ia menegaskan tidak akan terburu-buru melaksanakan PTM. Sebab tetap bergantung pada Inbup terkait teknis pelaksanaannya.

“Tentu akan kami persiapkan sebaik mungkin, kami tidak ingin nantinya justru akan menimbulkan masalah,” kata Ali.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: