Ijin BPOM Turun, Sinovac Dipilih Untuk Vaksinasi Anak Usia 6 Sampai 11 Tahun

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Angin segar berhembus di dunia pendidikan Sekolah Dasar(SD). Uji klinik vaksin Sinovac untuk usia anak anak telah selesai, BPOM RI telah resmi mengizinkan penggunaan vaksin ini untuk anak usia 6-11 tahun atau Sekolah Dasar(SD).

Meski demikian, Dinas Kesehatan Gunungkidul belum akan langsung memulai pelaksanaan vaksinasi, karena harus menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan RI.

Seperti disampaikan oleh Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty. Dewi menyatakan pelaksanaan vaksinasi untuk anak Sekolah Dasar, sampai saat ini masih menunggu pedoman penggunaannya dari Kemenkes. Selain itu, pihaknya masih menunggu logistik vaksin yang nantinya akan digunakan.

“Pedoman ini nantinya dibutuhkan untuk menjamin proses vaksinasi anak dilakukan biar sesuai prosedur, meski begitu, untuk prosesnya kami sudah siap melaksanakannya,” terang Dewi, Rabu(3/10/2021).

Dewi menyebut, jika nanti pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan lewat rumah sakit hingga puskesmas.

“Kita menunggu pedoman dan logistiknya sekaligus,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan sudah dilaksanakannya uji coba terbatas Pembelajaran Tatap Muka(PTM) di sekolah, keputusan ini tentu menjadi kabar baik bagi upaya pencapaian herd immunity di usia anak sekolah SD.

“Setelah vaksinasi nanti, anak anak akan lebih terlindung dari resiko penularan COVID-19.di lingkungan sekolah masing masing, dan semua akan merasa lebih aman,” imbuh Dewi.

Ia juga menghimbau kepada para orang tua murid agar ikut mensukseskan program vaksinasi anak anak ini, dengan cara bersedia mengikutsertakan anak-anaknya dalam vaksinasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Ali Ridlo juga menyambut baik keputusan ini. Pihaknya sudah lama berharap agar vaksinasi anak anak segera dilaksanakan, agar dalam proses belajar mengajar semua bisa merasa aman dan tidak khawatir.

“Kami memang sudah mengharapkan hal ini segera dilaksanakan, apalagi sekarang sudah PTM terbatas, dengan vaksinasi ini, resiko anak anak ketika terpapar juga bisa berkurang,” kata Ali.

Ali juga menyebut, dampak positif dari keputusan ini terhadap aktivitas sekolah yang sudah mulai menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sejak September lalu.

Tentunya, jika vaksinasi segera dilaksanakan, semua komponen sekolah akan bisa merasa lebih tenang, baik murid, guru, maupun orang tua para siswa.

“Semoga secepatnya dapat dilaksanakan walaupun sampai saat ini kami tetap memaksimalkan Prokes, kami berharap aktivitas sekolah segera kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. (EP)

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: