u6Dacb.md.jpg

IGD Penuh Pasien Covid, RSUD Wonosari Bangun Tenda Darurat

  • Bagikan
Wonosari,(lensamedia.co)– RSUD Wonosari membangun dua tenda darurat yang mampu menampung 6 orang pasien. Di dalam bangunan yang berada di depan gedung IGD itu juga dilengkapi dengan tabung oksigen. Hal ini dilakukan lantaran kapasitas Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Gunungkidul telah penuh.

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyawati mengatakan, tenda darurat tersebut direncanakan akan digunakan untuk melayanan warga dengan penyakit umum. Sehingga, ruangan IGD akan dimaksimalkan sebagai ruang penanganan covid-19.

“Di IGD ada 16 pasien covid-19 yang tidak bisa masuk bangsal sehingga untuk layanan triase IGD pindah ke tenda,” kata Heru ketika dihubungi, Minggu siang.
Ia menambahkan, saat ini lebih dari 70 medis di RSUD Wonosari ikut terkonfirmasi positif. Sehingga banyak dari mereka yang menjalani perawatan maupun isoma. Hal ini tentu berdampak pada pelayanan terhadap masyarakat.

“Saat ini hanya ada tiga perawat, satu bidan, satu dokter dan satu dokter internship yang berjaga. Kalau normal ada 5 perawat, 3 bidan dan dua dokter,” terang Heru.

Ia menambahkan, saat ini pihak pihaknya juga membutuhkan relawan. Namun, ia mendapatkan informasi dimana dalam rekrutmen ini minim peminat.
“Perawat yang kami butuhkam 37, yang daftar cuma berapa itu, kemudian dokter umum kami butuh empat tidak ada yang daftar sama sekali,” jelas Heru.

Saat disinggung mengenai kondisi kesediaan oksigen, Heru memastikan RSUD Wonosari masih mencukupi. Namun demikian, untuk tabung besar ia tetap harus membeli ke lokasi lain.
“Kalau dulu sebelum ada lonjakan, malam hari bisa ngisi. Sekarang sudah gak bisa karena pasien yang butuh oksigen sangat banyak,” tandas Heru.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat cek lokasi tenda darurat IGD RSUD Wonosari.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: