Harga Minyak Goreng Meroket, Konsumen: Ini Tidak Naik, Tapi Ganti Harga

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Dalam dua pekan ini, harga minyak goreng baik kemasan maupun curah terpantau terus melambung. Kenaikan ini tak hanya terjadi di Gunungkidul melainkan juga di sejumlah daerah lainnya.

Seperti yang disampaikan oleh Susanti (38), salah satu pedagang minyak grosir di Kapanewon Playen. Dia mengatakan, untuk beberapa minyak goreng dalam kemasan yang ia jual memang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Sejak dua pekan ini, untuk minyak kemasan yang tadinya harganya Rp.180 ribu per karton naik menjadi Rp.205ribu per karton. Artinya per liter minyak dalam kemasan saat ini harganya pada kisaran lebih dari Rp. 17ribu,” terang Susanti,Jumat(5/10/2021).

Menurutnya, saat ini kenaikan harga dirasakan cukup drastis, walaupun dia tidak menampik bahwa sejak awal tahun kemarin memang mulai ada kenaikan.

“Awal tahun lalu naik paling ya seribu per karton, tapi masuk Bulan Oktober lonjakan harganya cukup tinggi,” lanjutnya.

Tidak hanya minyak goreng kemasan, hal serupa juga terjadi pada minyak goreng curah, dimana awal Oktober lalu hanya Rp.13 ribu per kilogram hingga awal November ini sudah naik sebesar RP. 3 ribu, menembus angka Rp. 16 ribu per kilogram.

Susanti mengaku, dengan kenaikan harga ini, dia tidak berani untuk stok barang banyak. karena takut nantinya tidak laku, juga modal yang harus dikeluarkan terlalu banyak.

Hal senada disampaikan Ani Triana(31), salah seorang Ibu rumah tangga, warga Padukuhan Tanjung, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen. Ani menyebut, bahwa kenaikan harga minyak goreng ini membuatnya harus ekstra mengatur belanja dapur, apalagi suaminya hanya bekerja serabutan, sehingga uang belanja yang diterima pas pasan.

“Ini tidak naik lagi, tapi ganti harga, dulu biasanya beli satu liter, dengan harga yang hampir sama, sekarang hanya dapat setengah liter,” terang Ani.

Sementara itu, Kepala Seksi Distribusi Disperindag Gunungkidul, Sigit Haryanto saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kenaikan harga ini memang terasa sekali sejak bulan Oktober sampai awal November tahun ini.

“Harganya terus-terusan naik hingga awal November ini,” terang Sigit

Dari catatannya, untuk saat ini minyak goreng dalam kemasan per satu liter menembus harga Rp.17.500,- sedangkan untuk minyak curah mencapai Rp.16.000,- per kilogram

Saat disinggung langkah untuk menekan laju kenaikan harga salah satu bahan pokok ini, Sigit mengaku pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Disperindag DIY.

“Salah satunya ya operasi pasar, tapi kami masih berkoordinasi dengan Disperindag DIY,” katanya.(EP)

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: