Harga Minyak Goreng Masih Tinggi, Dinas Berencana Lakukan Operasi Pasar Lagi

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Kenaikan harga salah satu bahan Sembako, yaitu minyak goreng masih terjadi. Kenaikan ini tidak hanya pada minyak goreng kemasan tetapi juga curah.

Saat ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul terus melakukan monitoring harga kebutuhan pokok ini di sejumlah sampel pasar besar di Gunungkidul, diantaranya pasar Argosari, Pasar Ngawu dan pasar Semanu.

“Terus kami pantau, hasil monitoring kita koordinasikan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta,” terang Sigit Haryanto, Kepala Seksi Distribusi, Disperindag Gunungkidul, Selasa (23/11/2021).

Dari pantauan terakhir menurut Sigit, harga minyak goreng terus melambung hingga menembus harga Rp. 18ribu per liter. Dan Salah satu opsi untuk mengatasi hal ini adalah operasi pasar.

“Beberapa waktu lalu, operasi pasar ini telah kami lakukan, yang merupakan inisiasi dari Disperindag kabupaten dan DIY, Bulog dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah,” lanjut Sigit.

Sigit menambahkan, selama pelaksanaan operasi pasar di empat titik, yaitu Kapanewon Playen, Wonosari, Patuk dan Gedangsari, ada 740 paket yang dijual keda masyarakat.

“Satu paket berisi satu liter minyak dan satu kilogram gula pasir yang dijual kepada masyarakat dengan harga hanya Rp. 25 ribu. Antusias masyarakat sangat membludak, bahkan, ratusan paket habis hanya dalam waktu satu jam saja,” terang Sigit.

Menurutnya, sebulan kedepan pasca adanya operasi pasar ini, Disperindag akan melakukan evaluasi terhadap harga komoditas minyak goreng tersebut.

“Kemungkinan akan kami adakan operasi pasar lagi, jika harga terus naik,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: