u6Dacb.md.jpg

Harga Cabai di Gunungkidul Anjlok, Sempat Rp 120 Ribu Kini Hanya Rp 12 Ribu

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Harga komoditas cabai di Kabupaten Gunungkidul anjlok drastis. Pada awal Maret lalu, harga di pasar sempat mebcapau Rp120.000 per kilogram, namun untuk saat ini dijual dikisaran Rp12.000 per kilogram.

Salah seorang petani cabai di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewom Karangmojo, Arif Sulistyo membenarkan anjloknya harga cabai tersebut. Menurutnya, harga cabai sangat tidak bersahabat bagi para petani

“Untuk cabai keriting merah dihargai Rp6.000 di tingkat petani. Sedangkan untuk cabai rawit merah dibeli dengan harga Rp9.000 per kilonya,” katanya.

Ia mengatakan, turunya harga cabai ini terjadi sejak dua minggu yang lalu. Dirinya menduga penyebab turunya harga karena panen cabai yang melimpah. Sehingga jumlah dipasaran pun membludak.

“Berbeda dengan beberapa bulan lalu atau pada Maret, harga sempat melambung tinggi hingga Rp120.000 per kilonya untuk jenis cabai rawit,” kata dia.

Ia pun berharap ada kestabilan harga sehingga tidak ada yang dirugikan. Pasalnya, jika harga terlalu tinggi konsumen yang dirugikan. Sedang saat harganya rendah, petani yang dirugikan.

“Jangan naik turun, kalau bisa terus stabil sehingga ada kepastian harga,” katanya. 

Salah seorang pedagang di Kapanewon Wonosari, Ines terpaksa menjual cabai di pinggir jalan di Kota Wonosari. Hal ini dikarenakan harga jual yang anjlok sehingga memilih berjualan di jalan agar cepat laku.

Menurut dia, hampir semua cabai harganya mengalami penurunan. Sebagai contoh untuk cabai rawit merah dijual Rp12.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting merah dijual Rp7.000 per kilogram.

“Harganya murah. Beda dengan beberapa bulan lalu yang tembus di atas Rp100.000 per kilogram,” katanya.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: