Hama Tikus Serang Lahan Pertanian Kehutanan, Banyak Petani Terancam Gagal Panen

  • Bagikan

Playen,(lensamedia.co)–Hama tikus yang menyerang lahan pertanian di wilayah kehutanan belum juga reda. Hama ini menyerang tanaman jagung sejak masih dalam kondisi baru ditanam dan masih berupa benih.

Benih jagung yang baru ditebar oleh petani, pada malam hari banyak yang hilang dibawa oleh tikus ke dalam lubang sarangnya. Para petani terpaksa banyak yang harus menanam kembali (sulam), sehingga harus membeli bibit lagi.

Saat ini, tanaman jagung petani yang lolos dari serangan sudah berumur sekitar 30 hari, tingginya baru sekitar 1 meter, tapi rupanya tikus masih juga menyerang. Kali ini yang diserang adalah batang jagung. Setiap pagi banyak batang jagung berserakan karena ditebang oleh tikus.

“Saya pernah sengaja melihat aksi tikus di malam hari, mereka berdiri kemudian menggigiti batang jagung sampai roboh, kemudian pindah ke batang jagung lainnya, yang roboh tidak dimakan,” terang Sutopo(43), warga Padukuhan Tanjung, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, Kamis(9/12/2021).

Sutopo mengaku, saat ini hampir 40 persen tanaman jagungnya yang mati karena ditebang tikus. Padahal dulu dia sempat menyulam tanaman jagungnya sampai habis dua label benih.

“Saya sempat meracun tikus, banyak yang mati, tapi serangan tidak mereda, mungkin karena hanya saya yang meracun tidak serentak, sehingga populasinya masih banyak,” lanjutnya.

Menurutnya, jenis tikus yang menyerang ada empat jenis, tikus kecil(pithi), tikus dada putih, tikus rumah dan tikus besar(wirok).

Hal senada disampaiakan oleh Sagiran(55) warga Padukuhan Sawahan, Kalurahan Bleberan, dia mengaku sempat menyulam tanaman jagungnya sampai habis tiga label.

“Yang berhasil tumbuh diserang lagi, kayaknya saya tidak bisa panen, habis ditebang tikus,” ujarnya dengan nada gusar.

Menurut Sagiran, tikus tidak hanya menyerang tanaman jagung, tapi juga padi, dan ketela(banggal) yang baru saja ditanam.

“Rumput Kalanjana yang masih muda juga diserang,” ujar Supancar(41), warga Padukuhan Ngrunggo, Kalurahan Getas, Kapanewon Playen

Di lahan pertanian kehutanan wilayah Getas, tikus tidak hanya menyerang tanaman Jagung, tapi juga padi dan ketela(banggal) yang baru saja ditanam.

Sekretaris Dinas Pertanian Gunungkidul, Raharjo menyatakan, untuk tahun ini memang intensitas serangan hama tikus cukup signifikan diberbagai daerah di Gunungkidul. Pihaknya juga sudah menerjunkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman(POPT), untuk memantau serangan tikus di lahan lahan petani.

“Petani bisa melaporkan ke petugas POPT, kemudian nanti kami bisa mengagendakan untuk gerakan pengendalian(Gerdal) tikus bersama sama,” terang Raharjo.

Dia menyebut, ada beberapa teknis Gerdal tikus yang bisa dilakukan, yaitu diantaranya dengan umpan beracun yang direkomendasikan, pengasapan belerang. serta mercon tikus.

Jayadi, petugas POPT lapangan menyatakan bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi oleh petugas dalam pengendalian hama tikus ini, yang paling umum adalah gerakan petani yang kurang serempak dalam pengendalian hama, sehingga hasilnya kurang maksimal.

“Juga pengaruh akan adanya mistis yang banyak dipercaya oleh petani yang menyertai keberadaan tikus, jadi petani setengah hati untuk mengatasinya,” ungkap Jayadi.

lensamedia
Penulis: Edi Padmo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: