Gempa Bumi 4,2 SR Guncang Gunungkidul dan Pacitan Jawa Timur Rabu Siang

  • Bagikan

Gunungkidul,(lensamedia.co)–Gempa bumi dengan kekuatan 4,2 Skala Richter(SR) mengguncang Gunungkidul dan Pacitan, Jawa timur pada Rabu(29/9/2021) pukul 12:58:47 WIB.

Melansir dari laporan BMKG menyatakan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=4.2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.573 LS dan 110.15539 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 77 km BaratDaya Bantul-D.I Yogyakarta pada kedalaman 40 km.

BMKG menyatakan bahwa dengan memperhatikan lokasi Episenter dan kedalaman Hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo Australia.

Heru winarto(46), salah seorang penduduk warga Padukuhan Tanjung, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, menyatakan, bahwa dia hanya merasakan sedikit getaran gempa yang terjadi siang ini.

“Hanya bergetar sedikit, saya tidak begitu merasakan, tapi memang terjadi gempa,” ujarnya.

Akibat gempa juga tidak begitu dirasakan oleh Endro(42), warga Kalurahan Karang duwet, Kapanewon Paliyan, Endro mengaku siang itu sedang bersama anaknya didalam kamar.

“Sedang menidurkan anak, ada suara bagian rumah bergesekan, tapi cuma sebentar, tidak sampai lari keluar rumah,” terang Endro.

Guncangan gempa yang terjadi, sempat dirasakan di Bantul dan Pantai Baron Yogyakarta kategori II MMI, Pacitan Jawa Timur juga II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Kepala Staf Geo Fisika BMKG Sleman, Iksan menyatakan, bahwa hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” terang Ikhsan dalam laporan resmi yang dikeluarkan BMKG.

Ikhsan melanjutkan, BMKG tetap monitoring situasi, hingha hari Rabu siang pukul 13.15 WIB, belum ada laporan adanya aktivitas gempa bumi susulan ( aftershock ).

Lebih lanjut BMKG menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Warga juga dihimbau untuk menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” lanjutnya.

Ikhsan menandaskan, bahwa diharap masyarakat mengakses informasi gempa dari sumber resmi dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: