u6Dacb.md.jpg

Gemerlap Bangunan Investor Jadi Cambuk Semangat Pengelola Wisata Lokal yang Terhambat Modal

  • Bagikan
dslr-camera-logo-design-png-2
Pidjar
20210601_125124-2
Screenshot_20210611-000612_Gallery
20210601_125124-1

Panggang,(lensamedia.co)–Dalam beberapa tahun terakhir, iklim pariwisata di Kabupaten Gunungkidul bergerak cukup pesat dengan menjamurnya kawasan wisata yang dibangun oleh para investor. Kedatangan mereka pun berdampak positif bagi masyatakat maupun pelaku wisata. Salah satunya ialah memberikan semangat bagi pengelola wisata lokal untuk berbenah diri dalam upayanya menarik wisatawan ditengah keterbatasan modal.

Seperti dapat dilihat di Kapanewon Panggang. Wilayah di barat daya Gunungkidul itu mulanya cukup sepi pengunjung dibandingkan dengan kawasan pantai di bagian selatan Bumi Handayani, seperti Baron, Kukup, Krakal hingga Wedi Ombo.

Kemunculan Heha Ocean View sendiri dinilai memberikan dampak positif yakni dengan mulai meningkatnya kunjungan wisatawan di wilayah Panggang. Seperti diungkapkan oleh pelaku wisata di kawasan Taman Bidadari Pantai Gesing, Aris Sargiyo. Ia mengatakan, kemunculan Heha memberikan dampak positif bagi peningkatan pengunjung di kawasan Panggang.

“Selain peningkatan pengunjung, adanya Heha ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat disekitar, banyak warga lokal yang bekerja di sana. Penginapan di sekitar sini juga mulai ada peningkatan pengunjung,” kata Aris kepada lensamedia.co beberapa waktu lalu.

Munculnya Heha sendiri belum berdampak positif bagi jumlah kunjungan wisatawan di kawasan wisata Pantai Gesing dan obyek wisata lain yang telah ada sebelumnya. Namun begitu, dirinya menyadari bahwa hal ini adalah lumrah di tengah persaingan industri pariwisata.

“Kami menyadari bahwa untuk pengembangan tentu kalah modal. Tapi hal ini juga menjadi tantangan bagi kami untuk berinovasi bagaimana cara menarik wisatawan untuk datang ke obyek wisata yang pertama kali kami rintis ini,” ujar dia.

Upaya yang ia lakukan saat ini yakni dengan terus menambah wahana spot selfie di kawasan wisata rintisannya. Hal itu bertujuan untuk menarik minat wisatawan berkunjung.

“Kalau sepi masih sepi dapat dilihat seperti saat ini. Tetapi ini wajar saja, kita terus berbenah diri, dengan modal seadanya kita berusaha menyuguhkan spot selfie yang mampu bersaing dengan obyek wisata yang dikembangkan pemegang modal besar itu,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan di yang tercatat di TPR Panggang mengalami kenaikan cukup signifikan. Ia mengambil contoh saat libur Hari Lahir Pancasila awal bulan Juni lalu, tercatat ada lebih dari 4.000 wisatawan masuk ke obyek wisata di Kapanewon Panggang.

“Jumlah kunjungan tanggal 1 Juni 2021 TPR Gesing Panggang 4.000 pengunjung sedangkan di TPR Baron ada 4.017. Panggang karena ada Heha Ocean kunjungan langsung bersaing dengan kawasan Baron,” terang dia.

Terpisah Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan bahwa pengembang lokal saat ini tentu akan kesulitan jika harus bersaing dengan para investor dalam segi pembangunan kawasan wisata. Namun begitu, dirinya meminta para pelaku usaha di kawasan wisata mulai berinovasi dan melihat peluang untuk memanfaatkan kedatangan para investor ini.

“Kita berharap, pelaku usaha di kawasan wisata ini agar terus berinovasi. Peluang yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Sehingga saling menguntungkan nantinya,” pungkas Sunaryanta.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: