u6Dacb.md.jpg

Gelapkan Uang Ganti Rugi JJLS, Polisi Tetapkan Lurah Karangawen Sebagai Tersangka Kasus Korupsi

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Kepolisian Resor Gunungkidul menetapkan Lurah Karangawen, Kapanewon Girisubo, RS sebagai tersangka dugaan kasus korupsi uang ganti rugi JJLS. Polisi dalam waktu dekat akan mengirimkan surat panggilan sebagai tersangka kepada RS.

Kanit Tipikor Polres Gunungkidul, Iptu Wawan Anggoro mengatakan, RS sendiri sudah dua kali di panggil untuk mengklarifikasi dugaan kasus korupsi tersebut. Kendati begitu, RS tidak merespon dua undangan yang dilayangkan pihak kepolisian itu.

“Kemudian kita sudah lakukan gelar perkara, sudah memenuhi alat bukti dan sudah terbit PKKN dari IRDA,” kata Wawan, Senin (28/06/2021).

Ia menjelaskan, dengan penetapan tersangka tersebut, pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan. Meski diakui, keberadaan RS sampai saat ini masih menjadi misteri.

“Pemanggilan dulu, akan kita tujukan ke rumahnya,” kata Wawan ketika dikonfirmasi apakah akan melakukan penangkapan atau pemanggilan.

Wawan menjelaskan, terkait dengan rekening pribadi yang digunakan untuk menyimpan uang ganti rugi pihaknya masih terus melakukan penelusuran.

“Rekening yang diajukan ke pupesdm rekening pribadinya lurah bukan pemdes. Kok bisa, ini yang juga masih jadi pertanyaan,” ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus tersebut polisi menemukan kejanggalan kejanggalann adanya uang Rp 1,8 miliar untuk pembangunan balai kalurahan.

Saat itu, Kalurahan mendapatkan uang ganti rugi JJLS senilai sekitar Rp 7 miliar, kemudian dimasukan ke APBDes hanya Rp 1,8 miliar untuk pembangunan kantor balai desa saja. Selebihnya tidak dimasukan.

Selain itu, polisi juga menemukan indikasi uang yang seharusnya masuk ke rekening kalurahan itu masuk ke rekening pribadi.

Sementara itu, Plt Panewu Girisubo, Alsito mengatakan, Lurah Karangawen, RS sejak 2p Mei 2020 lalu juga meninggalkan ketugasan sebagai lurah setempat. Pihak kalurahan serta keluarga pun tidak mengetahui keberadaan RS saat ini.

“Memang lurah mennggalkan kalurahan, ndak bisa di kontak baik keluarga maupun pamong kalurahan,” tandas Alsito.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: