Geger Kabar Puluhan Ribu Vaksin Hampir Kadaluwarsa Ngandang di Gudang, Ini Penjelasan Kepala Dinas

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Munculnya kabar adanya timbunan vaksin hampir kadalwarsa di gudang Dinas Kesehatan Gunungkidul cukup membuat heboh. Menanggapi hal itu, Dinkes pun angkat bicara meluruskan kabar tersebut.

Sebagai informasi, kabar tersebut muncul ketika sejumlah pimpinan daerah Kabupaten Gunungkidul mengadakan rapat koordinasi terkait penanganan covid-19 pada Selasa sore kemarin. Dalam pemaparan yang dilakukan petugas dari Kodim 0730 Gunungkidul menyebut ada penumpukan stok vaksin jenis Astra Zeneca sejumlah 3.195 dosis dan Sinovac sejumlah 19.450 dosis hampir kadaluwarsa tertumpuk di cool room Dinas Kesehatan Gunungkidul.

Ketika dikonfirmasi terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan bahwa jumlah yang disampaikan diatas memang benar adanya. Namun begitu, untuk vaksin jenis Astra Zeneca ini sekarang tersisa 490 dosis.

“Hari ini sudah habis karena diambil oleh Puskesmas untuk disuntukkan. Kita hari ini kita juga ajukan permintaan sebanyak 7.500 dosis vaksin Astra Zeneca ke Dinkes DIY,” ucap Dewi, Selasa (23/06/2021).

Lebih lanjut dikatakan, vaksin jenis Astra Zeneca ini memang mass kedaluarsanya hanya sampai 30 Juni 2021. Sebab, vaksin tersebut merupakan bantuan dari luar yang diterima oleh pemerintah pusat dan didistribusikan ke daerah.

“Kita memang diminta untuk menghabiskan jenis Astra Zeneca ini terlebih dahulu,” paparnya.

Sementara itu, untuk vaksin Sinovac sendiri. Dewi menjelaskan bahwa jumlah yang disampaikan yakni lebih dari 19 ribu vaksin itu pun benar adanya. Akan tetapi itu merupakan vaksin yang akan diperuntukkan pada 1 Juli 2021 mendatang.

“Sinovac ini untuk vaksinasi tahap kedua yang dulunya menggunakan jenis tersebut. Ini kan untuk yang pada dosis pertama menggunakan Sinovac dan persiapan di kemudian hari. Dan tidak ada timbun menimbun,” tandas dia.

Adapun saat ini petugas mengejar vaksinasi untuk petugas pelayan publik dan lansia. Sebab pemerintah pusat menargetkan lansia dan pelayan publik harus tervaksin secara keseluruhan. Saat ini untuk pelayan publik sebanyak 50 persen tervaksib dan lansia sebanyak 39 persen.

Terpisah, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung di gudang dinkes mengaku bahwa pihaknya telah mendapatkan penjelasan dari Dinkes menyoal kabar timbunan vaksin seperti yang kemarin didengar oleh pihaknya.

“Keterangan yang kami dapat Sinovac ini untuk dosis kedua dan itupun kemungkinan habis dalam waktu yang cepat,” paparnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: