u6Dacb.md.jpg

Dugaan Penyelewengan Bantuan Pemerintah, Dari Sapi Hingga Motor

  • Bagikan

Ponjong, (lensamedia.co)– Gelontoran dana ratusan juta rupiah dari pemerintah untuk kelompok ternak Dadi Makmur, Padukuhan Gedong, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul tahun anggaran 2015 sejatinya untuk menyejahterakan masyarakat.

Namun faktanya hal ini tidak terjadi, sebab puluhan ekor sapi bantuan tersebut disinyalir habis dijual oleh oknum pengurus dan uangnya masuk kantong pribadi. Tak hanya sapi, bahkan motor roda 3 juga dibawa lari pengurus ke wilayah kabupaten diluar DIY.

Dijelaskan oleh Tr, salah satu warga Sawahan, bantuan sapi untuk kelompok ternak tersebut sejatinya bertujuan untuk mensejahterakan seluruh anggota dan upaya pengentasan kemiskinan lewat budidaya ternak sapi. Sapi bantuan mestinya digulirkan kepada anggota. Sehingga diharapkan jika sukses, sapi bantuan akan beranak pinak dan semua anggota bisa sejahtera.

“Ini program bisa muncul atas prakarsa salah satu anggota DPRD Gunungkidul yang menyerap aspirasi warga Padukuhan Gedong. Itu terjadi di tahun 2015, dimana kemudian warga mengajukan proposal dan didirikanlah kelompok Dadi Makmur,” terang Tr.

Kala itu, lanjut Tr, kelompok ternak Dadi Makmur mendapat bantuan lebih kurang 15 ekor sapi, satu unit gedung untuk kandang sapi, mesin pencacah pakan hingga satu unit sepeda motor roda tiga untuk mobilitas angkut hijauan makanan ternak. Dengan cairnya bantuan itu awalnya membuat anggota kelompok gembira.

Namun setelah bantuan datang, kepengurusan kelompok ternak Dadi Makmur menjadi tidak jelas. Tidak ada pertemuan rutin kelompok secara berkala bahkan akhirnya satu per satu sapi bantuan itu dijual oknum pengurus tanpa persetujuan anggotanya. Sebagian besar anggota tidak berani protes, sebab pengurusnya saat itu adalah orang orang berpengaruh di lingkungan pemerintah Sawahan.

Tr mempersilahkan jika aparat penegak hukum hendak turun dan menindak lanjuti dugaan penyelewengan yang dilakukan oknum pengurus Dadi Makmur.

” Bisa di cek sekarang juga, itu gedung yang dibangun tahun 2015, sekarang kondisinya kosong, tanpa seekor pun sapi ada disana. Tak hanya itu, satu unit motor roda tiga itu tak pernah dipajaki ke Samsat dan saat ini dibawa kabur salah satu pengurus ke Klaten. Silahkan di cek ke pengurus, bagaimana pembukuannya dan seperti apa perjalanan kelompok Dadi Makmur hingga tahun 2021 ini,” jelas Tr.

Tr berharap aparat berwenang untuk turun tangan melakukan audit lapangan, bilamana ditemukan pelanggaran hukum, diminta untuk tindak lanjut hingga ke meja hijau.

” Silahkan saja kalau polisi atau kejaksaan mau masuk untuk penyelidikan. Tanyakan kepada semua anggota dimana sapi sapi bantuan itu saat ini berada ? Saya pastikan jawaban pengurus akan simpang siur tak karuan. Kalaupun ada sapi di kandang anggota, rata rata itu milik pribadi, bukan sapi bantuan,” tuding Tr.

Sementara itu dijelaskan, Waino, mantan dukuh Gedong sekaligus pengurus Kelompok Dadi Makmur, tidak benar jika ada pelanggaran hukum di kelompok yang dipimpinnya. Waino membantah tudingan warga tersebut. Sebab menurutnya kelompok Dadi Makmur tetap beroperasi hingga saat ini. Sapi bantuan yang awalnya 10 ekor telah bergulir kepada 17 dari total 25 anggota.

“Keberadaan motor roda tiga itu, setahu saya ada di tangan Pak Samsul Huda di Klaten, barangnya tidak hilang. Sedangkan kalau masalah gedung, memang kondisi tidak terurus saya mengakui itu. Sebab sejak Pak Samsul pindah ke Klaten, maka tidak ada yang mengurus tempat itu. Dan harap diketahui, gedung itu bukan untuk kandang lho Mas, melainkan untuk pertemuan kelompok. Mesin pencacah pakan juga masih ada di gedung itu,” kelit Waino.

Sejak awal berdiri, sapi bantuan memang tidak dikandangkan terpusat, melainkan dibawa ke kandang milik anggota kelompok. Lebih lanjut Waino menjelaskan, memang ada sapi yang dijual, tetapi bukan untuk kepentingan pribadi pengurus.

“Saya pun habis menjual seekor, laku sembilan juta rupiah. Itu dijual murah lantaran kondisi majer (red-mandul). Itu akan saya belikan pengganti yang lebih produktif, cuma hingga sekarang belum ada yang cocok,” kilah Waino.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: