Dugaan Korupsi Kalurahan Getas, Kejari Gunungkidul Akan Panggil Dua Bank Pelat Merah

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Kejaksaan Negeri Gunungkidul berencana memanggil bank pelat merah terkait dengan dugaan kasus korupsi di Kalurahan Getas, Kapanewon Playen. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperoleh informasi terkait dengan aliran dana yang masuk ke Kelurahan.

Kasi Pidsus Kejari Gunungkidul, Andy Nugroho mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil dua bank pelat merah di Gunungkidul sebagai saksi. Bank tersebut akan dimintai keterangan berkaitan dengan jumlah dana yang masuk ke Kalurahan Getas.

“Iya kurang lebih hanya kearah situ, berapa uangnya, mekanismenya bagaimana,” kata Andy beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan, pemanggilan kepada mereka mengalami perubahan jadwal. Hal ini dikarenakan masih tingginya angka penyebaran covid-19 di Gunungkidul.

“Getas masih direschedule karena perkembangan covid delta mas. Rencana kita adakan wajib swab antigen dari bantuan satgas covid daerah kepada pihak yang akan kita periksa untuk menghindari penularan wabah mas,” terang Andy.

Andy menambahkan, dalam perkara ini pihaknya melihat ada dua potensi penyimpangan di dalam pengelolaan APBDes. Adapun hal itu menurut Andy adalah pembangunan proyek fiktir serta tidak tertib adminiatrasi dalam pengelolaan dana desa.

“Saat ini masih terus kita mintai keterangan para saksi dari para pamong kalurahan. Untuk hal lainnya belum,” kata Andy ketika disinggung mengenai penetapan tersangka.

Sebagai informasi, penyelidikan ini berdasarkan adanya laporan atau aduan dari masyarakat. Di mana ada dugaan korupsi dalam penggunaan anggaran dana desa pada tahun anggaran tahun 2019 dan 2020 lalu. Pihak Kejari Gunungkidul sendiri kemudian menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan.

“Perkiraan untuk kerugian negara sekitar Rp 1 miliar rupiah,” pungkas Andy.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: