Dua Kapanewon dan 48 Kalurahan di Gunungkidul Terima Penghargaan Tepat Pajak

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan penghargaan kepada dua Kapanewon, masing masing Gedangsari dan Purwosari, serta 48 Kalurahan di Gunungkidul terkait pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan(PBB) yang tepat waktu.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan oleh Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta, hari Rabu(26/10/2021), bertempat di Taman Budaya Gunungkidul(TBG). Kabupaten Gunungkidul sendiri menargetkan capaian penerimaan PAD dari pajak ini sebesar 22,5 Milyar, dan pada limit batas 30 September 2021 tercapai pada angka 20 milyar lebih.

“Ada 48 Kalurahan yang mencapai target tepat waktu, kami memberi apresiasi dan penghargaan dengan pemberian uang yang jumlahnya berbeda-beda,” kata Kepala BKAD Gunungkidul, Saptoyo.

Ia juga mengharapkan dengan penghargaan yang diberikan ini Kapanewon dan Kalurahan lainnya bisa termotivasi untuk tepat waktu dalam pembayaran kewajiban mereka ini. Selain itu dalam agenda ini juga diberikan penghargaan bagi usaha-usaha yang memberikan pajak tertinggi di Gunungkidul.

“Ada Heha, South Shore, The Manglung, kemudian untuk jenis tempat hiburan seperti Kick Off, X-One Karaoke dan lainnya, ada juga pengusaha pengusaha mineral bukan logam yang membayar pajak yang cukup tinggi,” lanjut Saptoyo.

Untuk mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya dalam kesempatan ini juga dilauncing sebuah sistem aplikasi Sipapah (Sistem Informasi Layanan Pajak Daerah). Pada aplikasi ini, wajib pajak dapat menggunakan atau mengecek segala sesuatunya berkaitan dengan biaya pajak yang harus dibayarkan, termasuk dengan ketentuan-ketentuan dokumen lainnya.

“Kami juga bekerjasama dengan BPD DIY dalam memudahkan masyarakat untuk pembayaran pajak, melalui 10 Badan Usaha Milik Kalurahan(BumKal) yang sekarang ini bekerja sama dengan BPD melayani pembayaran pajak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan, BUMKal ini nantinya berfungsi seperti agen bank, dimana wajib pajak bisa melakukan transaksi pembuatan rekening, hingga pembayaran PBB dan pajak lain.

“Ada keuntungan buat BumKal dari sistem ini, satu transaksi pajak ada fee Rp 500 dari BPD untuk BUMKal, kemudian kalau pembuatan rekening baru ada fee Rp 5.000,” jelasnya.

Santoso menjelaskan, BumKal di Gunungkidul yang menjadi pilot project saat ini ada di Kalurahan Bejiharjo, Kelor, Dengok, Mulo, Karangrejek, Gari, Sidoharjo, Putat, Salam dan Candirejo, ke depan diharapkan semua kalurahan ada kerjasama semacam ini.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, dalam sambutannya menyatakan apresiasi kepada Kapanewon dan Kalurahan yang sudah melunasi kewajiban mereka. Diharapkan untuk Kalurahan yang belum lunas dan masih memiliki tunggakan untuk segera melunasinya. Atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Sunaryanta juga berterimakasih atas bantuan mobil operasional dari CSR untuk menunjang ketepatan pembayaran pajak.

“Mobil operasional ini nantinya akan digunakan untuk keliling Kapanewon menagih pembayaran pajak, harapan kami, pembayaran semakin tertib, karena pajak sangat penting untuk pembangunan,” terang Bupati.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: