DPP Gunungkidul Akan Gunakan Burung Hantu Sebagai Pengendali Hama Tikus

  • Bagikan

Gunungkidul,(lensamedia.co)–Dinas Pertanian dan Pangan(DPP) Gunungkidul akan mencoba tekhnik baru pengendalian hama tikus. Tekhnik ini disebut lebih alami, karena pengendaliannya akan menggunakan musuh alami tikus, yaitu Burung Hantu(Tyto Alba).

Hal ini disampaikan oleh Jayadi, Koordinator petugas Pengendali Organisme Tanaman(POPT) DPP Gunungkidul. Jayadi menyebut, hama tikus yang menyerang lahan pertanian untuk tahun ini memang meningkat di wilayah Gunungkidul.

“Kami akan studi banding dulu, baru kemudian rencana akan dilakukan uji coba di Kapanewon Ponjong dan Playen,” terang Jayadi, Jumat(17/12/2021).

Jayadi menjelaskan pengendalian hama tikus secara alami dengan metode memanfaatkan musuh alami tikus, yaitu Burung Hantu memang belum pernah di uji coba di Gunungkidul, apalagi memang populasi burung yang sering dikenal dengan sebutan Serak Jawa ini memang sudah jarang.

Untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang fungsi alami burung hantu ini, menurut Jayadi, pogram akan diawali dengan konservasi burung hantu tersebut.

“Setelah berkembang biak, dan masyarakat tahu fungsinya, maka akan dilepas untuk berburu tikus di lokasi uji coba,” lanjutnya.

Rencananya, uji coba pelepasan nanti berada di Kapanewon Playen dan Ponjong, karena dua tempat ini menjadi sentra produksi padi.

Jayadi mengungkapkan, serangan hama tikus untuk tahun ini memang termasuk meningkat. di wilayah Gunungkidul. Dari data laporan yang masuk, pihaknya mencatat setidaknya ada 54 hektar lahan petani yang diserang. Tersebar di Kapanewon Tanjungsari, Playen dan Paliyan.

“Kami akan studi banding dulu di Sleman, rencana uji coba akan dimulai pada Januari-Februari 2022,” imbuhnya.

Terkait pengendalian yang selama ini dilakukan, menurut Jayadi masih menggunakan metode lama, yaitu dengan Gerdal(gerakan pengendalian) tikus, menggunakan emposan asap dan umpan beracun.

“Gerakan pengendalian tikus memang harus serentak, dan selain petugas POPT, sangat penting peran para petani untuk gerakan bersama,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: