u6Dacb.md.jpg

Ditetapkan Sebagai DPO, Polres Gunungkidul Bentuk Tim Khusus Buru Lurah Karangawen

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Kepolisian Resor Gunungkidul, menetapkan Lurah Karangawen, Kapanewon Girisubo, Roji Suyanta sebagai daftar Pencarian orang (DPO). Saat ini petugas tengah membentuk tim khusus untuk memburu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi itu.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan penetapan DPO Roji Suyanta dilakukan oleh Satreskrim Polres Gunungkidul sejak 18 Agustus 2021 lalu. Roji yang merupakan lurah Karangawen ini disangkakan tindak pidana Korupsi (tipikor) sebagaimana dalam pasal 2 Subsider pasal 8 UU RI no 31 tahun 1999 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Data DPO sudah disebarluaskan dan Polres sudah membentuk tim khusus untuk memburu yang bersangkutan,” kata Suryanto kepada awak meida, (24/08/2021).

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sudah menyebar DPO atas nama Roji ke seluruh Indonesia. Nantinya jika ada masyarakat yang mengetahui keberadaanya bisa menghubungi pihak kepolisian terdekat.

Sementara itu, Kanit Tipikor Polres Gunungkidul, Iptu Wawan Anggoro membenarkan penetapan Roji sebagai DPO. Selain itu, pihaknya saat ini tengah membentuk tim khusus untuk memburu tersangka.

“Sudah (penetapan DPO) saat ini kita bentuk tim khusus untuk memburu tersangka,” jelas Wawan.

Sebelumnya pihak kepolisian menetapkan Roji sebagai tersangka ugaan kasus korupsi uang ganti rugi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Namun yang bersangkutan sudah tidak pernah berangkat ke kantor sejak beberapa pekan terakhir. 

Roji sendiri sudah dua kali di panggil untuk mengklarifikasi dugaan kasus korupsi tersebut. Namun RS tidak pernah datang untuk memenuhi panggilan tersebut. Pihaknya lalu menggelar perkara kasus ini, dan sudah memenuhi alat bukti untuk menetapkan tersangka.

Kasus ini bermula adanya pembebasan lahan milik kalurahan Karangawen di Kapanewon Girisubo do 2019 dan 20210. Total nilai pembebasan mencapai Rp5.243.068.000. Seharusnya uang ganti rugi ini digunakan untuk membelih lahan pengganti lahan yang terdampak JJLS.

Meski demikian, lanjut dia, keberadaan uang tersebut tidak diketahui hingga sekarang dan ada dugaan dibawa oleh lurah tersebut. Selain itu, polisi juga menemukan indikasi uang yang seharusnya masuk ke rekening kalurahan itu masuk ke rekening pribadi.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: