Dinkes Gunungkidul Catat Ada 7 Kematian Ibu Hamil di Masa Pandemi Tahun Ini

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)--Ibu hamil dan melahirkan menjadi salah satu kelompok rentan terpapar virus covid-19. Pada tahun ini, Dinkes Gunungkidul mencatat ada 7 kasus kematian ibu hamil dan melahirkan di sama pandemi 2021 ini. Kendati begitu, hanya beberapa terkonfirmasi positif covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pihaknya mencatat ada 7 kasus ibu hamil meninggal dunia. Baik saat mengandung maupun dalam proses persalinan.

“Dimasa pandemi ini asa 7 kasus, hanya satu atau dua saya belum melihat data pasti yang terkonfirmasi positif covid-19,” ucap Dewi, Rabu (28/07/2021).

Ia menjelaskan penyebab kematian ibu hamil dan pasca melahitkan ada berbagai hal. Sebagian besar dipicu oleh penyakit yang tidak berhubungan dengan kehamilan.

“Dari beberaa kasus memang tidak ada yang berhubungan langsung dengan kehamilan. Misalnya, jantung, tumor ganas yang sebenarnya memang memiliki resiko kematian tinggi sehingga tidak boleh hamil,” kata dia.

Dewi mengatakan pada masa pandemi ini memang ibu hamil dan pasca melahirkan sangat rentan terpapar covid-19. Klaster keluarga menjadi salah satu pemicunya, sebab di lingkungan rumah penerapan protokol kesehatan terkadang sangat longgar, sehingga dapat menyebabkan penularan covid-19.

“Klaster keluarga bisa saja terjadi, karena kurangnya prokes di dalam keluarga itu, ibu hamil menjadi lebih berisiko,” ucapnya.

Pada masa pandemi seperti saat ini, ibu hamil dan melahirkan dengan status terkonfirmasi harus mendapatkan perlakuan khusus. Mulai dari persiapan hingga dalam penanganan. Sebab belum semua fasilitas kesehatan dapat melayaninya.

“Untuk ibu hamil yang akan melakukan persalinan dicek swab terlebih dahulu. Kalau positif terkonfirmasi covid19 maka persalinannya harus sesuai prosedur covid,” imbuh dia.

Saat ini, faskes yang bisa melayani persalinan pasien covid diantaranya RSUD Wonosari, kemudian ditambah Puskesmas Semin 1 dan Puskesmas Rongkop.

Disisi lain Dewi menjelaskan, adapun upaya yang dilakukan untuk menekan angka kematian ibu adalah dengan proses pendekatan keluarga. Dengan cara mendekatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan secara komprehensif yang meliputi pelayanan preventif dan promotif serga erta kuratif dan rehabilitatif dasar.

“Pendekatan keluarga dilakukan dengan penguatan Puskesmas. Mendorong Puskesmas melakukan kunjungan pada rumah keluarga yang mengandung. Sehingga dengan demikian kita juga mudah melakukan monitoring,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: